BoltimTopik Terkini

Sumber Dana Umrah Gratis Imam Masjid Boltim Ternyata dari Hasil Keringat Penambang Tradisional Kotabunan

Boltim, Sulawesi Utara – Program pemberangkatan umrah gratis bagi seluruh imam masjid yang tersebar di 7 kecamatan se-Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) akhirnya mengungkap fakta mengejutkan di balik sumber pembiayaannya.

Kontrary dengan dugaan banyak pihak, dana yang digunakan untuk mengantarkan 53 imam masjid menuju Tanah Suci ternyata bukan berasal dari APBD, sumbangan institusi pemerintah, maupun dana hibah organisasi.

Melainkan, sumber dana umrah gratis imam masjid Boltim adalah hasil jerih payah para penambang tradisional yang beroperasi di wilayah Desa Kotabunan.

Pengakuan mengejutkan ini disampaikan langsung oleh Rahman Salehe selaku koordinator dan perantara program sosial keagamaan tersebut.

Dalam acara manasik haji dan pelepasan keberangkatan 53 imam masjid Boltim yang digelar pada Selasa, 11 Agustus 2026, Rahman Salehe dengan tegas menyatakan bahwa dirinya hanyalah perantara yang dipercayai oleh komunitas penambang emas tradisional di Kotabunan untuk mengalokasikan dana yang telah mereka titipkan secara bertahap.

Peran Rahman Salehe sebagai Perantara

Dihadapan ratusan hadirin yang memadati lokasi acara pelepasan, Rahman Salehe menjelaskan posisinya dalam program ini. “Saya hanya perantara yang dipercayai oleh para masyarakat penambang tradisional Kotabunan dalam hal mengalokasikan dana yang mereka titipkan secara bertahap,” ujarnya dengan lantang.

Pernyataan tersebut sekaligus membantah segala spekulasi yang selama ini berkembang di tengah masyarakat mengenai asal-usul dana pemberangkatan umrah gratis tersebut.

Rahman menegaskan bahwa sejak awal konsepsi program, komitmen yang diambil adalah menggunakan dana murni dari kontribusi para penambang tanpa melibatkan sumber anggaran lain yang kerap menimbulkan polemik.

Lebih lanjut, Rahman Salehe menekankan bahwa terwujudnya program umrah gratis untuk seluruh imam masjid yang bertugas di tujuh kecamatan se-Kabupaten Boltim ini sepenuhnya didanai oleh hasil keringat para penambang tradisional yang berbasis di Kotabunan. “Saya sampaikan bahwa anggaran yang digunakan untuk mengumrohkan 53 imam, adalah bantuan dari seluruh penambang yang ada di Kotabunan,” tegasnya di depan publik.

Mekanisme Pengumpulan Dana yang Transparan dan Sukarela

Salah satu poin krusial yang diungkapkan Rahman Salehe adalah soal mekanisme pengumpulan dana. Uang yang kemudian terkumpul dan mampu mewujudkan program umrah gratis ini dikumpulkan dengan cara yang benar, tanpa ada unsur paksaan maupun keterpaksaan dari pihak manapun.

Para penambang dengan ikhlas menyisihkan persentase tertentu dari setiap hasil bagi hasil penjualan emas yang mereka peroleh.

“Para penambang dengan ikhlasnya menyisihkan sedemikian persen dari setiap hasil bagi hasil dari total penjualan emas yang mereka dapatkan. Uang itulah yang kemudian dipercayakan kepada saya, dengan tujuan mengumrohkan para imam masjid se-Kabupaten ini,” jelas Rahman Salehe.

Menariknya, Rahman juga mengungkapkan bahwa kontribusi tidak selalu berupa uang tunai. Ada pula para penambang yang datang membawa bongkahan batu hasil galian mereka.

Batu-batu tersebut kemudian diolah untuk diekstrak kandungan emasnya. Hasil penjualan dari emas-emas itulah yang dikumpulkan secara konsisten hingga akhirnya mampu membiayai pemberangkatan seluruh imam masjid di Bolaang Mongondow Timur menuju Makkah.

Komitmen Berkelanjutan untuk Tokoh Agama Boltim

Program umrah gratis ini tidak berhenti pada pemberangkatan 53 imam masjid saja. Rahman Salehe bersama seluruh komunitas penambang tradisional di Kotabunan menegaskan komitmen mereka untuk terus menyasar para tokoh agama serta pembimbing moral lainnya yang berada di wilayah Kabupaten Boltim.

Langkah ini menunjukkan bahwa para penambang tradisional tidak hanya fokus pada aktivitas ekonomi, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap peningkatan kualitas spiritual para pemuka agama di wilayahnya.

Dengan memberikan kesempatan umrah gratis, diharapkan para imam masjid dapat memperdalam pemahaman keagamaan yang nantinya akan disalurkan kembali kepada jamaah di masing-masing desa dan kecamatan.

Keberhasilan program ini juga menjadi bukti nyata bahwa masyarakat lokal memiliki kapasitas untuk menyelenggarakan program sosial keagamaan berskala besar tanpa harus bergantung pada bantuan eksternal.

Semangat gotong royong dan keikhlasan serta kemuliaan hati para penambang tradisional Kotabunan telah menciptakan sebuah model pendanaian umrah yang unik, transparan, dan penuh nilai kebersamaan.

Dengan fakta yang telah terungkap, publik kini memiliki pemahaman jelas bahwa sumber dana umrah gratis imam masjid Boltim adalah hasil keringat sendiri dari para penambang tradisional Kotabunan yang dikumpulkan secara halal, sukarela, dan penuh keikhlasan.

Program ini bukan sekadar pemberangkatan ke Tanah Suci, melainkan simbol nyata harmoni antara aktivitas ekonomi lokal dan nilai-nilai keislaman yang kuat di Bolaang Mongondow Timur. (F.A Mokodompis)

BERITA TERKAIT

Back to top button