
Rahman Salehe dan Penambang Kotabunan Siap Berangkatkan Guru Mengaji se-Boltim Umrah Gratis
Boltim, Sulawesi Utara – Kesuksesan program pemberangkatan umrah gratis bagi imam-imam masjid yang tersebar di tujuh kecamatan se-Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) ternyata bukan titik akhir dari sebuah misi mulia.
Rahman Salehe, sosok di balik terselenggaranya program tersebut, secara resmi mengumumkan rencana besar berikutnya yang akan menyasar kelompok berbeda namun tidak kalah vital dalam ekosistem keagamaan lokal: “para guru mengaji”.
Dalam kesempatan yang sama dengan pelaksanaan manasik dan pelepasan keberangkatan para imam masjid Boltim pada Selasa, 11 Agustus 2026, Rahman Salehe menyampaikan visi jangka panjang yang telah disusun bersama komunitas penambang tradisional Desa Kotabunan.
Program yang telah membuahkan hasil nyata dengan pemberangkatan para pemuka masjid ini, insya Allah akan dilanjutkan dengan memberangkatkan seluruh guru mengaji yang mengabdi di wilayah Kabupaten Boltim menuju Tanah Suci Makkah secara cuma-cuma.
“Untuk imam-imam masjidkan sudah, insyaallah berikut torang mau berangkatkan seluruh guru mangaji,” ujar Rahman Salehe kepada sejumlah media yang meliput acara pelepasan tersebut.
Pernyataan tersebut dissampaikan langsung oleh Rahman saat besua dengan media ini. Rencana ini menandakan bahwa komitmen para penambang tradisional Kotabunan dalam mendukung peningkatan kualitas spiritual para pengajar agama tidak berhenti setelah para imam masjid berangkat.
Justru, program ini akan diperluas cakupannya untuk menjangkau para guru mengaji yang setiap hari berjibaku membentuk generasi muda dengan pemahaman keislaman di berbagai pelosok desa dan kecamatan.
Sumber Dana dari Keringat Penambang, Bukan dari Kantong Pribadi
Di tengah antusiasme publik terhadap rencana pengembangan program, Rahman Salehe kembali menegaskan asal-usul dana yang digunakan.
Anggaran yang telah membiayai pemberangkatan para imam masjid, serta yang akan digunakan untuk rencana umrah gratis guru mengaji se-Kabupaten Boltim, berasal sepenuhnya dari komitmen dan keikhlasan para penambang tradisional yang mengais rezeki di wilayah pertambangan Desa Kotabunan.
“Ini bukang kita pe doi, doi-doi yang dorang ada kase berangkat umroh akang ini imam-imam samua ini dari penambang pe doi. Dari sekian penghasilan yang dorang dapa, sebagian dorang komit kase sisihkan untuuk mau kase ba umroh akang ini imam-imam masjid. Ada yang so bawa kamari batu, baru itu yang torang pigi geso kong depe hasil torang kase tambah,” papar Rahman Salehe dengan bahasa daerah yang penuh kejujuran.
Mekanisme pengumpulan dana yang diterapkan terbilang unik dan penuh nilai kebersamaan. Para penambang dengan sukarela menyisihkan sebagian persentase dari hasil penjualan emas yang mereka peroleh.
Tidak sedikit pula yang datang membawa bongkahan batu hasil galian langsung, yang kemudian diolah untuk mengekstrak kandungan emasnya. Hasil penjualan dari emas-emas itulah yang dikumpulkan secara bertahap hingga akhirnya mencukupi untuk membiayai program umrah gratis berskala besar.
Peran Rahman Salehe sebagai Perantara Amanah
Rahman Salehe dengan rendah hati mengakui posisinya dalam keseluruhan program ini. Dirinya menyatakan bahwa yang dilakukannya hanyalah menjadi perantara yang dipercayakan oleh para masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan untuk menyampaikan amanat mulia tersebut.
Ia bukanlah penyandang dana utama, melainkan fasilitator yang bertugas mengorganisir dan mengalokasikan dana hasil keringat para penambang dengan sebaik-baiknya.
“Kita cuma perantara, dorang kase percaya pa kita itu doi. Kita organisir dan alhamdulillah kita boleh dapa kase sampe dorang pe amanat ini,” pungkasnya.
Kepercayaan yang diberikan oleh komunitas penambang kepada Rahman Salehe bukan tanpa alasan. Transparansi dalam pengelolaan dana, serta konsistensi dalam merealisasikan program yang telah dijanjikan, menjadi bukti nyata bahwa amanah tersebut dipegang dengan penuh tanggung jawab.
Keberhasilan pemberangkatan para imam-imam masjid dari tujuh kecamatan menjadi modal utama yang semakin memperkuat kepercayaan masyarakat penambang untuk melanjutkan program ke jenjang berikutnya.
Harapan Besar bagi Guru Mengaji se-Kabupaten Boltim
Rencana pemberangkatan umrah gratis bagi para guru mengaji se-Kabupaten Boltim membawa harapan besar bagi para pengajar agama yang selama ini mengabdi di tengah keterbatasan.
Bagi banyak guru mengaji di wilayah pedesaan, kesempatan untuk menunaikan ibadah umrah seringkali terhambat oleh faktor ekonomi.
Dengan adanya program ini, para guru mengaji diharapkan dapat memperdalam pemahaman keagamaan langsung dari sumbernya di Tanah Suci, yang nantinya akan berdampak positif pada kualitas pengajaran mereka di masing-masing tempat mengaji.
Langkah Rahman Salehe bersama para penambang tradisional Kotabunan ini juga mencerminkan model pendanaian sosial keagamaan yang berkelanjutan dan berbasis komunitas.
Tanpa melibatkan dana pemerintah maupun institusi eksternal, masyarakat lokal membuktikan bahwa kepedulian terhadap para pemuka dan pengajar agama dapat diwujudkan melalui gotong royong dan pengorbanan bersama.
Dengan rencana yang telah dipaparkan, para guru mengaji di seluruh penjuru Kabupaten Bolaang Mongondow Timur kini dapat bersiap menyambut kabar baik tersebut.
Rencana umrah gratis guru mengaji se-Kabupaten Boltim yang digagas oleh Rahman Salehe dan komunitas penambang tradisional Kotabunan bukan sekadar janji, melainkan lanjutan dari sebuah komitmen nyata yang telah terbukti mampu mewujudkan mimpi para imam masjid untuk menginjakkan kaki di Baitullah. (F.A Mokodompis)



