
Weny Gaib Jenguk Korban Tragedi Drag Race di RS Prof. Kandow Manado
Kotamobagu, Sulawesi Utara – Tragedi kecelakaan maut yang menimpa para penonton dan peserta ajang balap drag race serta drag bike di Kelurahan Upai, Kota Kotamobagu, masih menyisakan duka mendalam.
Di tengah kesedihan tersebut, Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., menyempatkan diri melakukan kunjungan langsung ke Rumah Sakit Prof. Dr. H. Kandouw Manado untuk menjenguk para korban yang masih menjalani perawatan intensif.
Kunjungan yang dilakukan oleh kepala daerah tersebut menjadi bukti nyata bahwa pemerintah kota tidak tinggal diam di tengah musibah yang menimpa warganya.
Setiap individu yang menjadi korban dianggap sebagai bagian dari keluarga besar Kotamobagu yang harus dibantu, didukung, dan dipulihkan kondisinya.
Sambutan Haru di Kamar Rawat
Kedatangan dr. Weny Gaib di rumah sakit rujukan tersebut disambut dengan suasana haru oleh para korban maupun keluarga yang setia mendampingi di samping tempat tidur.
Seorang dokter spesialis mata yang kini menjabat sebagai pemimpin kota, Weny Gaib tidak sekadar berziarah, melainkan benar-benar menanyakan kondisi kesehatan setiap korban secara detail.
Beliau memastikan bahwa penanganan medis yang diberikan oleh tim dokter RS Prof. Kandow berjalan secara maksimal. Setiap keluhan dan kebutuhan yang dirasakan oleh korban serta keluarganya didengarkan dengan saksama.
Sebagai tenaga medis profesional, Wali Kota memahami betul pentingnya dukungan psikologis dalam proses penyembuhan trauma akibat kecelakaan.
“Kami datang ke sini bukan sekadar melihat, tapi untuk memastikan saudara-saudara kita mendapatkan pertolongan yang layak dan terbaik. Pemerintah Kota Kotamobagu hadir untuk kalian, tidak akan membiarkan warganya berjuang sendirian,” ujar dr. Weny Gaib dengan nada lembut namun penuh kepedulian.
Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen kuat dari pemerintah daerah untuk berdiri di barisan terdepan bersama warganya.
Bukan sekadar janji di atas kertas, melainkan kehadiran fisik dan perhatian langsung yang memberikan dampak besar bagi moral korban dan keluarganya.
Doa dan Duka untuk Korban
Di samping memberikan semangat kepada yang sedang dirawat, Wali Kota juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam bagi keluarga yang telah kehilangan orang-orang terkasih dalam tragedi tersebut.
Tidak ada kata yang cukup untuk menghapus kesedihan atas kehilangan nyawa, namun kehadiran pemerintah daerah memberikan penegasan bahwa duka tersebut tidak ditanggung sendirian.
“Musibah ini berat bagi kita semua. Namun jangan merasa sendiri, seluruh warga dan pemerintah turut merasakan sakit dan berdoa agar kalian segera pulih dan kuat kembali,” tambahnya.
Doa yang dipanjatkan oleh Wali Kota bukan hanya formalitas, melainkan bentuk kepedulian spiritual yang menjadi bagian dari proses pemulihan.
Bagi masyarakat yang menganut nilai-nilai keagamaan kuat, doa dari seorang pemimpin memiliki makna tersendiri dalam memberikan ketenangan dan harapan.
Janji Pantau Perkembangan Korban
dr. Weny Gaib tidak berhenti pada kunjungan satu kali. Beliau berjanji akan terus memantau perkembangan kondisi para korban secara berkala sampai mereka benar-benar sembuh dan dapat berkumpul kembali bersama keluarga tercinta.
Janji tersebut menjadi penenang bagi keluarga yang selama ini mungkin merasa cemas akan nasib anggota keluarganya.
Pemerintah Kota Kotamobagu juga memastikan akan memberikan dukungan dan pendampingan yang dibutuhkan oleh keluarga korban sesuai dengan kemampuan dan ketentuan yang berlaku.
Bentuk dukungan tersebut bisa berupa bantuan biaya perawatan, pendampingan administrasi, hingga bantuan sosial bagi keluarga yang ditinggalkan.
Tragedi yang Mengguncang Kotamobagu
Kecelakaan yang terjadi dalam ajang drag race dan drag bike di Kelurahan Upai beberapa waktu lalu menjadi peristiwa yang mengguncang seluruh masyarakat Kota Kotamobagu.
Acara yang seharusnya menjadi hiburan dan ajang kompetisi olahraga otomotif berubah menjadi tragedi memilukan yang menelan korban jiwa dan luka-luka.
Peristiwa tersebut kembali mengingatkan akan pentingnya aspek keselamatan dalam setiap kegiatan olahraga otomotif.
Dari kelayakan lintasan, pembatas keamanan, zona penonton, hingga kesiapan tim medis, semua harus menjadi prioritas utama sebelum sebuah event digelar.
Sayangnya, dalam kasus Upai, aspek-aspek tersebut tampaknya belum memenuhi standar yang memadai.
Evaluasi dan Harapan ke Depan
Kunjungan dr. Weny Gaib ke RS Prof. Kandow Manado juga menjadi momentum bagi pemerintah kota untuk mengevaluasi berbagai kebijakan terkait penyelenggaraan event olahraga otomotif di wilayahnya.
Ke depan, diharapkan setiap ajang serupa akan melalui proses pengawasan yang lebih ketat dan memenuhi standar keselamatan yang berlaku.
Bagi keluarga korban, kehadiran Wali Kota memberikan sedikit kelegaan di tengah kesedihan yang mendalam. Mereka menyadari bahwa pemerintah daerah tidak melupakan penderitaan yang sedang mereka alami.
Dukungan moral dan materiil yang dijanjikan menjadi harapan baru untuk memulihkan kehidupan pasca-tragedi.
Dengan komitmen yang ditunjukkan oleh dr. Weny Gaib, diharapkan proses pemulihan korban tragedi drag race Upai dapat berjalan lancar.
Baik dari sisi fisik maupun psikologis, para korban membutuhkan waktu dan dukungan berkelanjutan untuk kembali menjalani kehidupan normal bersama keluarga. (AM)



