BoltimTopik Terkini

Dinas Sosial Boltim Dukung PKL SMK Negeri 2 Nuangan, Siswa Dibekali Disiplin dan Pengalaman Kerja

Boltim – Kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah terus diperkuat melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL). Salah satunya terlihat dari kegiatan monitoring siswa SMK Negeri 2 Nuangan yang sedang menjalani PKL di lingkungan Dinas Sosial Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Kamis (17/9/2026).

Guru pembimbing SMK Negeri 2 Nuangan datang langsung ke Kantor Dinas Sosial Boltim untuk melihat perkembangan para siswa sekaligus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan PKL yang sedang berjalan.

Kunjungan tersebut menjadi ruang komunikasi antara pihak sekolah dan instansi tempat siswa melaksanakan praktik. Sejumlah aspek dibahas dalam monitoring, mulai dari kehadiran, kedisiplinan, aktivitas harian, kemampuan berkomunikasi hingga cara siswa menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja pemerintahan.

Kedatangan guru pembimbing diterima Sekretaris Dinas Sosial Boltim, Tin N. Manoppo, SKM, bersama Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Herdianto Radjak, SE.

Bagi pihak sekolah, monitoring menjadi bagian penting untuk memastikan proses PKL tidak sekadar menjadi kegiatan formal, tetapi benar-benar memberikan pengalaman belajar yang relevan bagi siswa.

PKL Jadi Jembatan dari Sekolah ke Dunia Kerja

Praktik Kerja Lapangan menjadi salah satu tahapan penting bagi siswa SMK karena memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana dunia kerja berjalan.

Di ruang kelas, siswa memperoleh dasar pengetahuan dan keterampilan. Sementara di tempat PKL, mereka belajar menghadapi situasi kerja nyata yang membutuhkan disiplin, komunikasi, tanggung jawab dan kemampuan beradaptasi.

Selama menjalani PKL di Dinas Sosial Boltim, para siswa juga mendapat gambaran tentang aktivitas pemerintahan, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan publik dan penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

Pengalaman tersebut tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan administratif. Siswa juga dituntut memahami etika kerja, cara berkomunikasi dengan pegawai, ketepatan waktu, hingga sikap saat menjalankan tugas yang diberikan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Ade Herly Mokoginta, S.H., M.A.P., CGCAE, menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama yang dibangun bersama satuan pendidikan.

Menurutnya, kehadiran siswa PKL di lingkungan Dinas Sosial memiliki nilai lebih karena menjadi bagian dari proses pembentukan karakter sebelum mereka benar-benar memasuki dunia kerja.

“Kami menyambut baik kehadiran siswa PKL di Dinas Sosial. Ini bukan hanya tentang memberikan pengalaman kerja, tetapi juga membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan karakter siswa agar lebih siap menghadapi dunia kerja,” ujar Ade Herly Mokoginta.

Pemerintah dan Sekolah Perlu Terus Bersinergi

Ade menilai hubungan antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan penting untuk terus dijaga. Sebab, penyiapan sumber daya manusia tidak hanya berlangsung di sekolah.

Pengalaman langsung di lingkungan kerja juga memiliki peran besar dalam membantu siswa memahami bagaimana pengetahuan yang mereka pelajari dapat diterapkan dalam situasi nyata.

Menurutnya, siswa tidak hanya membutuhkan kompetensi teknis. Mereka juga perlu memahami tanggung jawab, kepedulian sosial, kemampuan bekerja sama serta etika profesional.

Hal tersebut menjadi semakin relevan ketika siswa memperoleh pengalaman di Dinas Sosial, karena instansi tersebut bersentuhan langsung dengan berbagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.

Di lingkungan seperti itu, siswa dapat melihat bagaimana tugas dikerjakan secara terstruktur, bagaimana koordinasi antarpegawai berlangsung, dan bagaimana sebuah instansi pemerintah merespons kebutuhan publik.

Monitoring Jadi Bagian Penting dari Evaluasi

Bagi SMK Negeri 2 Nuangan, monitoring juga memungkinkan pihak sekolah mengetahui perkembangan peserta didiknya selama berada di tempat PKL.

Jika terdapat kendala, pihak sekolah dapat segera mengetahui dan melakukan pembinaan. Sebaliknya, apabila siswa menunjukkan perkembangan yang baik, hal tersebut dapat menjadi catatan positif untuk pengembangan proses pembelajaran berikutnya.

Sementara bagi Dinas Sosial Boltim, keterlibatan dalam program PKL menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pengembangan kapasitas generasi muda.

Instansi pemerintah dapat menjadi ruang pembelajaran yang memperkenalkan siswa pada realitas pekerjaan, budaya organisasi dan dinamika pelayanan publik.

Karena itu, pelaksanaan PKL tidak berhenti pada proses penempatan siswa ke sebuah instansi. Monitoring, evaluasi dan komunikasi antara sekolah dengan tempat praktik menjadi bagian yang sama pentingnya.

Melalui koordinasi tersebut, siswa diharapkan memperoleh pengalaman yang benar-benar bermanfaat dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Kegiatan monitoring SMK Negeri 2 Nuangan di Dinas Sosial Boltim sekaligus menunjukkan bahwa hubungan antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah dapat dibangun melalui program yang sederhana tetapi memiliki dampak langsung.

Bagi siswa, pengalaman PKL menjadi kesempatan untuk belajar dari situasi nyata. Mereka dapat memahami bahwa dunia kerja menuntut tidak hanya kemampuan, tetapi juga konsistensi, sikap, kedisiplinan dan rasa tanggung jawab.

Pengalaman itu diharapkan menjadi bekal ketika para siswa menyelesaikan pendidikan. Baik ketika memilih melanjutkan studi maupun langsung memasuki dunia kerja, pengalaman yang diperoleh selama PKL dapat membantu mereka beradaptasi dengan tantangan berikutnya.

Dengan kerja sama yang terus terjaga antara SMK Negeri 2 Nuangan dan Dinas Sosial Boltim, program PKL diharapkan terus berkembang menjadi ruang pembelajaran yang relevan, terarah dan mampu mempersiapkan generasi muda yang lebih siap menghadapi dunia kerja.** (F.A Mokodompis)

BERITA TERKAIT

Back to top button