BoltimTopik Terkini

Bupati Oskar Manoppo Hadiri Haflah Akhirussanah dan Wisuda Santri TPA/TPQ se-Boltim 2026

Boltim, Sulawesi Utara – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo, SE, MM, bersama Wakil Bupati Argo V. Sumaiku menghadiri Haflah Akhirussanah dan Wisuda Santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA/TPQ) se-Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Goba Molunow, Rabu, 26 Agustus 2026, tersebut menjadi momentum penting bagi para santri yang telah menyelesaikan tahapan pendidikan keagamaan di TPA dan TPQ.

Mengusung tema “Membentuk Generasi Qur’ani, Berakhlak Karimah, dan Berdaya Saing”, kegiatan ini juga mempertemukan unsur pemerintah, tokoh agama, tenaga pendidik, orang tua, serta masyarakat dalam semangat bersama membangun generasi penerus Boltim.

Pelaksanaan Wisuda Santri TPA Boltim bukan hanya menjadi kegiatan seremonial bagi para peserta yang dikukuhkan.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan keagamaan sejak usia dini sebagai fondasi pembentukan karakter generasi masa depan.

Dalam sambutannya, Bupati Oskar Manoppo menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh santri yang mengikuti haflah dan wisuda.

Ia memberikan apresiasi atas proses belajar yang telah dijalani para santri serta menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, pendidikan Al-Qur’an tidak seharusnya berhenti pada kemampuan membaca dan menghafal, tetapi harus tercermin dalam sikap, perilaku, serta cara seseorang menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

“Jangan biarkan Al-Qur’an hanya dibaca di tempat mengaji. Bawalah nilai-nilainya dalam kehidupan: jujur ketika tidak ada yang mengawasi, hormat kepada orang tua dan guru, santun kepada sesama, dan berani berdiri di pihak yang benar,” pesan Bupati kepada para santri.

Pendidikan Al-Qur’an Jadi Fondasi Pembentukan Karakter

Bupati Oskar Manoppo menilai keberadaan TPA dan TPQ memiliki peran penting dalam memberikan dasar pendidikan agama kepada anak-anak.

Melalui pendidikan tersebut, para santri tidak hanya diperkenalkan dengan bacaan dan ajaran Al-Qur’an, tetapi juga dibentuk agar memiliki akhlak yang baik.

Nilai kejujuran, rasa hormat kepada orang tua dan guru, kepedulian terhadap sesama, serta keberanian untuk membela kebenaran menjadi bagian dari karakter yang perlu ditanamkan sejak dini.

Dalam konteks pembangunan daerah, pembentukan sumber daya manusia tidak dapat dipisahkan dari pembangunan karakter.

Sebab, generasi yang memiliki kecerdasan dan keterampilan membutuhkan fondasi moral serta integritas untuk menghadapi perkembangan zaman.

Bupati berharap para santri yang mengikuti pendidikan di TPA dan TPQ dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, namun tetap berpegang pada nilai-nilai agama dan akhlak mulia.

Apresiasi untuk Orang Tua, Ustaz dan Ustazah

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan penghargaan kepada para orang tua yang terus memberikan pendampingan kepada anak-anak dalam proses pendidikan.

Menurutnya, keberhasilan seorang anak tidak hanya ditentukan oleh pendidikan formal maupun lembaga pendidikan keagamaan. Lingkungan keluarga memiliki posisi yang sangat penting dalam membentuk karakter dan kepribadian anak.

“TPA/TPQ memberikan dasar agama, sekolah memberikan ilmu, tetapi keluarga adalah tempat pertama anak belajar tentang kehidupan dan akhlak,” ungkapnya.

Bupati Oskar turut menyampaikan apresiasi kepada para ustaz, ustazah, guru, serta seluruh pengelola TPA dan TPQ se-Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Pengabdian para pendidik agama tersebut dinilai memiliki kontribusi besar dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki pemahaman keagamaan dan karakter yang baik.

Peran ustaz dan ustazah, menurutnya, tidak hanya sebatas mengajarkan cara membaca Al-Qur’an. Para pendidik juga memiliki peran dalam membimbing santri memahami nilai moral, membangun kedisiplinan, serta menanamkan sikap positif dalam kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi antara keluarga, sekolah, lembaga pendidikan agama, pemerintah, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Pembangunan Daerah Ditentukan Kualitas Generasi

Dalam sambutannya, Bupati Oskar Manoppo juga menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan fisik.

Pembangunan jalan, jembatan, gedung, sekolah, dan berbagai infrastruktur memang penting untuk mendukung aktivitas masyarakat.

Namun, menurutnya, masa depan sebuah daerah pada akhirnya sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang akan melanjutkan proses pembangunan tersebut.

“Pembangunan daerah bukan hanya tentang jalan, jembatan, sekolah atau infrastruktur. Yang paling menentukan masa depan daerah adalah manusia yang akan melanjutkannya. Karena itu, investasi terbesar kita adalah investasi pada generasi,” tegas Bupati.

Pernyataan tersebut menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai bagian penting dalam agenda pembangunan jangka panjang Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Generasi muda diharapkan tidak hanya memiliki pendidikan yang baik dan keterampilan yang memadai, tetapi juga memiliki iman, integritas, serta akhlak yang kuat.

Menurut Bupati, Boltim membutuhkan generasi yang mampu menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai yang menjadi fondasi kehidupan.

“Jika kita ingin melihat Bolaang Mongondow Timur yang lebih baik di masa depan, maka hari ini kita harus menyiapkan generasi yang lebih baik,” ujarnya.

Haflah dan Wisuda Jadi Momentum Menyiapkan Generasi Qur’ani

Kegiatan Haflah Akhirussanah dan Wisuda Santri TPA/TPQ se-Boltim Tahun 2026 menjadi simbol keberhasilan sekaligus awal perjalanan baru bagi para santri.

Setelah menyelesaikan satu tahapan pendidikan, para peserta diharapkan terus meningkatkan pengetahuan agama serta menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Tema “Membentuk Generasi Qur’ani, Berakhlak Karimah, dan Berdaya Saing” mencerminkan harapan agar generasi muda Boltim mampu memiliki keseimbangan antara pemahaman keagamaan, karakter yang baik, dan kemampuan menghadapi persaingan di masa depan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP-PKK Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Ny. Rosita Manoppo Pobela, SE, M.Si, Kepala Kantor Kementerian Agama Boltim, Dr. H. Aswin Kiay Demak, M.Pd.I, beserta jajaran.

Hadir pula unsur TNI dan Polri, pimpinan perangkat daerah, pimpinan organisasi keagamaan, alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, para ustaz dan ustazah, serta seluruh pengelola TPA dan TPQ se-Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan dukungan bersama terhadap pendidikan generasi muda. Pemerintah Kabupaten Boltim berharap pendidikan keagamaan terus menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, dan siap mengambil peran dalam pembangunan daerah.

Dengan semangat tersebut, Wisuda Santri TPA Boltim Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan atas capaian pendidikan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa investasi terbaik untuk masa depan daerah adalah mempersiapkan generasi penerus yang kuat dalam ilmu, iman, karakter, dan kemampuan menghadapi tantangan zaman. (F.A Mokodompis)

BERITA TERKAIT

Back to top button