
Video Mobil Damkar di Motongkad Jadi Sorotan, Pemkab Boltim Jelaskan Armada Sedang Antre Isi Air
Boltim – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait video tiga unit mobil pemadam kebakaran yang disebut hanya terparkir di sekitar SMK Motongkad saat kebakaran terjadi. Pemkab menegaskan, kendaraan tersebut bukan sedang berhenti tanpa aktivitas, melainkan menunggu giliran untuk mengisi air sebelum kembali melakukan upaya pemadaman.
Klarifikasi disampaikan Kabid Damkar dan Linmas Boltim, Adrianus Manoppo, setelah video tersebut memunculkan berbagai tanggapan di tengah masyarakat. Menurutnya, kondisi armada yang terlihat berada di sekitar SMK Motongkad merupakan bagian dari proses operasional di lapangan karena sumber pengisian air berada di sungai belakang Pasar Motongkad.
Ia menjelaskan, tiga unit armada memang berada di lokasi sebagaimana terlihat dalam video yang beredar. Namun, kendaraan harus melakukan pengisian secara bergantian karena sarana nosel yang tersedia saat ini masih terbatas.
Tiga Armada Damkar Bergantian Mengisi Air
Adrianus menjelaskan, keterbatasan nosel menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kecepatan proses pengisian air. Damkar Boltim saat ini baru memiliki satu nosel sehingga ketika beberapa kendaraan datang bersamaan, armada harus menunggu secara bergantian sebelum dapat kembali menuju titik kebakaran.
Kondisi tersebut, menurutnya, dapat menimbulkan kesan seolah-olah kendaraan hanya diparkir apabila dilihat tanpa mengetahui proses operasional yang sedang berlangsung. Padahal, armada berada di lokasi tersebut untuk mempersiapkan pasokan air sebelum kembali melakukan pemadaman.
Pemkab Boltim melalui Damkar dan Linmas menyampaikan bahwa kebutuhan penambahan peralatan sebenarnya sudah menjadi perhatian. Adrianus mengatakan pihaknya telah mengusulkan penambahan nosel melalui APBD Perubahan 2026.
Jika usulan tersebut dapat direalisasikan, jumlah nosel diharapkan bertambah dari satu menjadi tiga. Penambahan itu dinilai dapat mempercepat proses pengisian air karena lebih dari satu armada dapat dilayani dalam waktu yang lebih efektif ketika terjadi kebakaran.
Petugas Disebut Sudah Berada di Lokasi Sejak Pagi
Adrianus juga meluruskan anggapan bahwa petugas pemadam tidak melakukan penanganan. Menurut keterangannya, personel Damkar dan Satuan Polisi Pamong Praja telah berada di lokasi sejak pukul 09.00 Wita setelah menerima informasi dari warga.
Petugas kemudian melakukan upaya pemadaman dengan sarana yang tersedia. Penanganan dilakukan menyesuaikan kondisi medan, jarak sumber air, serta kemampuan peralatan yang dapat digunakan di lokasi kebakaran.
Ia menegaskan bahwa petugas tetap berupaya menangani api dan tidak meninggalkan lokasi. Bahkan hingga Senin (14/9/2026) pukul 21.04 Wita, personel masih melakukan siaga untuk memantau perkembangan titik api.
Keberadaan petugas hingga malam hari menjadi bagian dari langkah antisipasi agar api yang belum sepenuhnya terkendali tidak kembali membesar atau menjalar ke area lain.
Jarak Titik Api Jadi Tantangan Tambahan
Selain keterbatasan nosel, medan kebakaran juga menjadi tantangan tersendiri. Adrianus menjelaskan bahwa titik api semakin menjauh sementara panjang selang pemadam hanya mampu menjangkau sekitar 100 meter.
Kondisi tersebut membuat petugas membutuhkan dukungan tambahan untuk menjangkau area yang lebih jauh. Karena itu, Adrianus berencana meminta Camat Motongkad, Iskandar Dg Mangawi, untuk membantu mengoordinasikan aparat setempat dan masyarakat dalam mendukung penanganan di lapangan.
Keterlibatan pemerintah kecamatan dan masyarakat diperlukan karena akses menuju titik api tidak seluruhnya dapat dijangkau secara maksimal dengan peralatan yang tersedia.
Dalam situasi kebakaran, koordinasi antara petugas pemadam, pemerintah kecamatan, aparat desa dan masyarakat menjadi penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tetap memperhatikan faktor keselamatan.
Pemkab Boltim Minta Informasi Dilihat Secara Utuh
Klarifikasi Pemkab Boltim tersebut sekaligus menjadi penjelasan atas video yang telah beredar luas. Pemerintah daerah menilai informasi dari lapangan perlu dipahami secara utuh agar tidak menimbulkan persepsi yang berbeda dengan kondisi sebenarnya.
Video singkat yang hanya merekam kendaraan dalam posisi berhenti belum tentu menggambarkan seluruh rangkaian penanganan. Dalam kasus Damkar Boltim di Motongkad, posisi tiga kendaraan di sekitar SMK disebut berkaitan langsung dengan proses antre pengisian air di sumber terdekat.
Keterangan resmi dari pihak Damkar menjadi penting agar masyarakat mendapatkan konteks mengenai keterbatasan sarana maupun kondisi yang dihadapi petugas di lapangan.
Di sisi lain, kejadian tersebut juga menunjukkan pentingnya peningkatan fasilitas pemadam kebakaran, terutama ketersediaan peralatan pendukung seperti nosel, selang, serta akses pengisian air yang memadai. Kesiapan sarana menjadi salah satu unsur penting dalam menentukan kecepatan penanganan ketika kebakaran terjadi.
Usulan penambahan nosel melalui APBD Perubahan 2026 diharapkan dapat menjadi salah satu langkah memperkuat kapasitas penanganan kebakaran di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
Hingga malam hari, petugas disebut masih bersiaga di lokasi. Pemkab Boltim berharap penanganan dapat berjalan maksimal sekaligus meminta semua pihak menjaga komunikasi dan memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat berdasarkan kondisi faktual di lapangan.** (F.A Mokodompis)



