
Perhutani KPH Banyuwangi Selatan Serahkan Dana Bantuan TJSL Rp 40 Juta Guna Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan dan Ibadah
Indofaktual.com, Jatim – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan, Jawa Timur, kembali menyalurkan dana bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Kali ini dana sebesar Rp 40 juta dengan sasaran pengembangan sarana – prasarana pendidikan.
Kegiatan penyerahan bantuan dana ini merupakan implementasi dari TJSL Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang merupakan komitmen dan Bakti BUMN terhadap pembangunan yang berkelanjutan.
Bantuan sebesar Rp 40 juta diberikan dengan sasaran pengembangan sarana – prasarana pendidikan dan Ibadah pada Wilayah KPH Banyuwangi Selatan.
Tepatnya di Kantor Wakil Admnistratur Perhutani KPH Banyuwangi Selatan wisata Djawatan Benculuk pada Senin 18 Desember 2023.
Pemberian dana bantuan TJSL pada dua yayasan penerima yakni Yayasan Ponpes Al Islami Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran dan Yayasan Takmir Masjid Baitul Karomah, Desa Kalibarukulon, Kecamatan Kalibaru.
Kedua yayasan tersebut masing-masing menerima Rp 20 juta untuk pengembangan sarana-prasarana pendidikan dan tempat ibadah.
Dana itu nantinya akan digunakan untuk pembangunan asrama putri dan musala putri yang diserahkan langsung oleh Administratur KPH Banyuwangi Selatan Wahyu Dwi Hadmojo disaksikan oleh pengurus yayasan masing-masing.
Kegiatan penyaluran bantuan dana TJSL ini adalah kegiatan rutin setiap tahun karena merupakan salah satu bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan bagi BUMN.
Untuk tahun 2023 ini diserahkan dana bantuan TJSL sampai dengan Senin 18 Desember 2023 sebesar Rp 415 juta.
Bantuan TJSL DPN Batch I Rp 75 juta untuk pengembangan prasarana tempat pendidikan (Pondok Pesantren) dan pembangunan infrastruktur pada kegiatan pembangunan saluran air di Desa Kalibaru wetan dan Desa Kebonrejo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi.
Bantuan TJSL DPN Batch II Rp 50 juta untuk pembangunan tebing penahan tanah di Desa Kebonrejo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi.
Bantuan TJSL DPN Batch III Rp 100 juta, untuk pengembangan prasarana Pendidikan Al Ghozzali Desa Kajarharjo dan Pembangunan Pavingsasi jalan di Desa Kalibaru Kulon.
Bantuan TJSL Rp 20 juta untuk pengembangan prasarana pendidikan pada TK Tunas Rimba Benculuk.
Bantuan TJSL DPN Batch III Rp 50 juta, untuk pengembangan prasarana ibadah pada Masjid Nurul Falah Desa Kalibaru wetan.
Bantuan TJSL Rp 80 Juta untuk pengembangan sarana – prasarana Pendidikan pada 4 lembaga pendidikan dari yayasan ponpes.
Bantuan TJSL Rp 40 Juta untuk pengembangan sarana – prasarana pendidikan dan tempat ibadah pada dua lembaga pendidikan/yayasan ponpes.
Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Wahyu Dwi Hadmojo mengatakan pemberian dana bantuan TJSL salah satu tujuannya memberikan kemanfaatan bagi pembangunan sarana Pendidikan, ekonomi, sosial, lingkungan serta pembangunan hukum dan tata kelola bagi perusahaan untuk masyarakat sekitar Perusahaan.
“Kami berharap kerjasama dan sinerginya yang terjalin baik selama ini dipertahankan dan ditingkatkan. Karena Perhutani peduli dengan pendidikan sekitar hutan dan upaya dukung program pemerintah turut mencerdaskan bangsa,” terangnya.
Ketua Yayasan Ponpes Al Islami Banyuwangi, Abdur Rohman mengatakan penyaluran dana bantuan TJSL sosial kemasyarakatam dan ini sangat berarti bagi yayasan.
Nantinya akan digunakan untuk pengembangan sarana – prasarana pendidikan yakni pembangunan gedung, ruang asrama dan musala putri.
“Kami akan manfaatkan secara optimal untuk kenyamanan santri dan guru dalam proses belajar mengajar. Kami berkomitmen turut menjaga kelestarian hutan dan lingkungan dan kondusivitas sekitar hutan agar hutan tetap lestari,” paparnya.
Ketua Yayasan atau Takmir Masjid Baitul Karomah, Musytahar Ali Syahbana Hamid
mengatakan hal ini wujud Perhutani peduli akan pendidikan masyarakat sekitar dan turut menudukung upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Kami beserta santri siap turut menjaga kelestarian hutan dan lingkungan sekitar agar tetap lestari dengan memberikan pengetahuan serta edukasi untuk turut cinta hutan dan lingkungan,” pungkasnya.





