DaerahTopik Terkini

Perhutani KPH Banyuwangi Selatan Serahkan Dana Bantuan TJSL DPN Rp 50 Juta Untuk Pengembangan Prasarana Ibadah

 

IndoFaktual.com, Jatim – Perum Perhutani melalui Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan menyalurkan bantuan.

Hal itu sebagai bentuk Dukungan Pembangunan Nasional (DPN) yang merupakan rogram pemerintah.
Serta memberikan kemanfaatan bagi ekonomi, sosial, lingkungan serta hukum dan tata kelola masyarakat,
Kali ini bantuan berupa Dana bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) DPN sebesar Rp50 juta.

Bantuan tersebut diberikan untuk engembangan prasarana ibadah pada wilayah KPH Banyuwangi Selatan di Kantor Kepala Desa Kalibaru Wetan pada Rabu (8/11/2023).


Kegiatan penyerahan bantuan dana ini merupakan implementasi dari Tanggung Jawab Sosilal dan Lingkungan (TJSL) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang merupakan komitmen terhadap pembangunan yang berkelanjutan.

Sebagaimana yang telah diamanahkan pada Peraturan Menteri BUMN RI Nomor PER-01/MBU/03/2023 tentang Penugasan Khusus dan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha Milik Negara.

Pemberian dana bantuan TJSL DPN Batch III pada Yayasan Nurul Falah untuk pengembangan prasarana ibadah yakni pembangunan sarana penunjang seperti pembangunan tempat wudhu, MCK, pembangunan pagar dan fasilitas lainnya pada Masjid Nurul Falah di Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru.

Bantuan diserahkan langsung oleh Administratur (Adm) KPH Banyuwangi Selatan Wahyu Dwi Hadmojo disaksikan oleh Kades Kalibaru Wetan, Camat Kalibaru, Bhabinkamtibmas Polsek Kalibaru dan Babinsa Koramil Kalibaru.

Wahyu menyebut kegiatan pemberian dana bantuan TJSL salah satu tujuannya memberikan kemanfaatan bagi pembangunan ekonomi, pembangunan sosial, pembangunan lingkungan serta pembangunan hukum dan tata kelola bagi perusahaan untuk masyarakat.

“Hal ini merupakan bentuk rajut kebersamaan dan sinergitas diharapkan tetap terjaga dan terpelihara serta dapat melancarkan kenyamanan, kekhusyuan dan keamanan masyarakat sekitar perusahaan dalam kegiatan beribadah dan aktivitas keagamaan lainya,” ujarnya.

Kegiatan penyaluran bantuan dana TJSL ini adalah kegiatan rutin setiap tahun karena merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan bagi BUMN.

“Di tahun 2023 ini kita serahkan dana bantuan TJSL sampai dengan Rabu (8/11/2023) sebesar Rp 295,” ungkapnya.
Bantuan di TJSL di tahun 2023 dengan rincian :

1. Bantuan TJSL DPN Batch I Rp 75 juta untuk pengembangan prasarana tempat pendidikan (Pondok Pesantren) dan pembangunan infrastruktur pada kegiatan pembangunan saluran air di Desa Kalibaru wetan dan Desa Kebonrejo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi.

2. Bantuan TJSL DPN Batch II Rp 50 juta untuk pembangunan tebing penahan tanah di Dusun Terongan, Desa Kebonrejo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi.

3. Bantuan TJSL DPN Batch III Rp 100 juta, untuk pengembangan prasarana Pendidikan Al Ghozzali Desa kajarharjo dan Pembangunan Pavingsasi jalan di Desa Kalibaru Kulon.

4. Bantuan TJSL Rp 20 juta untuk pengembangan prasarana pendidikan pada TK Tunas Rimba Benculuk.

5. Bantuan TJSL DPN Batch III Rp 50 juta, untuk pengembangan prasarana ibadah pada Masjid Nurul Falah Desa Kalibaru Wetan.

Camat Kalibaru Susanto Wibowo menjelaskan jika dana bantuan TJSL dari Perhutani ini sangat memabantu pemerintah dan juga masyarakat sekitar.

“Sasaran program pembangunan sangat tepat sasaran dan pastinya bermanfaat bagi masyarakat sekitar pada umumnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kalibaru Wetan, Mohammad Taufik mengatakan penyaluran dana bantuan TJSL DPN dan ini sangat berarti bagi masyarakat.

Untuk Pengembangan prasarana ibadah pada Masjid Nurul Falah di Desa Kalibaru Wetan guna kelancaran kenyamanan beribadah.

“Kami berharap hal ini dimanfaatkan secara optimal menjadi masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, syiar agama islam dan pembinaan mental menuju akhlakul karimah yang secara tak langsung Perhutani peduli turut mendukung pembangunan,” katanya.

Disisi lain, Ketua Yayasan Nurul Falah Mohammad Latif dengan adanya bantuan tersebut pembangunan masjid bisa dilanjutkan agar masyarakat dapat menyaman menjalankan ibadah setiap hari.

“Semoga Perhutani tetap eksis dan jaya serta kami siap turut menjaga kelestaran hutan dan lingkungan sekitar,” pungkasnya. ***

BERITA TERKAIT

Back to top button