
Bantuan TJSL Perhutani KPH Banyuwangi Selatan Rp 80 Juta Diserahkan Kepada Empat Yayasan Untuk Pengembangan Sarana dan Prasarana Pendidikan
Indofaktual.com, Jatim – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan kembali menyalurkan Dana bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Kali ini dana sebesar Rp 80 juta dengan sasaran pengembangan sarana prasarana pendidikan.
Kegiatan penyerahan bantuan dana ini merupakan implementasi dari TJSL Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang merupakan komitmen dan Bakti BUMN terhadap pembangunan yang berkelanjutan.
Pemberian dana bantuan TJSL pada empat Yayasan penerima yakni Yayasan Ponpes Al Fatah Desa Grajagan, Yayasan Daar Al Mustofa (Ponpes) Desa Karangdoro, Yayasan pesantren Darul Hidayah Desa Temurejo dan Yayasan Cendekia Alhidayah Desa Kebondalem.
Masing-masing menerima Rp 20 juta untuk pengembangan sarana-prasarana pendidikan yakni pembangunan gedung baru.
Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Administratur (Waka Adm) Banyuwangi Selatan Giman disaksikan oleh tokoh agama dan masyarakat.
Lokasi penyerahan dana bantuan TJSL dilakukan di dua lokasi yakni Ponpes Al Fatah Dusun Curahjati, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo dan Ponpes Daar Al Mustofa Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari.
Kegiatan pemberian dana bantuan TJSL salah satu tujuannya memberikan kemanfaatan bagi pembangunan ekonomi, pembangunan sosial, pembangunan lingkungan serta pembangunan hukum dan tata kelola bagi perusahaan untuk masyarakat.
“Diharapkan dengan pemberian bantuan itu, dapat melancarkan pendidikan masyarakat sekitar perusahaan dalam kegiatan belajar mengajar di pesantren dan madrasah,” ujarnya.
Kegiatan penyaluran bantuan dana TJSL ini adalah kegiatan rutin setiap tahun karena merupakan salah satu bentuk TJSL bagi BUMN.
Untuk tahun 2023 ini kita serahkan dana bantuan TJSL sampai dengan 20 November 2023 sebesar Rp 375 juta dengan rincian :
Bantuan TJSL DPN Batch I Rp 75 juta untuk pengembangan prasarana tempat pendidikan (Pondok Pesantren) dan pembangunan infrastruktur pada kegiatan pembangunan saluran air di Desa Kalibaru Wetan dan Desa Kebonrejo, Kecamatan Kalibaru.
Bantuan TJSL DPN Batch II Rp 50 juta untuk pembangunan tebing penahan tanah di Dusun Terongan, Desa Kebonrejo, Kecamatan Kalibaru.
Baca Juga: Patroli Skala Besar, Polres Kediri Libatkan Personel Gabungan Jaga Stabilitas Kamtibmas Jelang Pemilu 2024
Bantuan TJSL DPN Batch III Rp 100 juta, untuk pengembangan prasarana Pendidikan Al Ghozzali Desa Kajarharjo dan Pembangunan Pavingsasi jalan di Desa Kalibaru Kulon.
Bantuan TJSL Rp 20 Juta untuk pengembangan Prasarana Pendidikan pada TK Tunas Rimba Benculuk
Bantuan TJSL DPN Batch III Rp 50 juta, untuk pengembangan prasarana ibadah pada Masjid Nurul Falah Desa Kalibaru Wetan.
Bantuan TJSL Rp 80 Juta untuk pengembangan sarana-prasarana pendidikan pada empat lembaga pendidikan dari yayasan ponpes.
Ketua Yayasan Pesantren Darul Hidayah Joko Sutrisno menyampaikan terimakasi atas sinergi, kerjasama dan kontribusi Perhutani KPH Banyuwangi Salatan dalam penyaluran dana bantuan TJSL.
“Ini sangat berarti bagi kami untuk pengembangan sarana-prasarana pendidikan yakni pembangunan gedung/ruang baru yang kami kelola guna kelancaran aktifitas belajar,” terangnya.
Pihaknya akan manfaatkan secara optimal untuk kenyamanan santri, siswa dan guru dalam proses belajar mengajar.
“Secara tak langsung Perhutani peduli tehadap dunia pendidikan dan turut mendukung tujuan negara yakni ikut mencerdaskan bangsa,” cetusnya.
Sementara itu, Ketua Yasana Cendekia Alhidayah Mohammad Kamdani menyebut hal ini wujud Perhutani peduli akan pendidikan masyarakat sekitar dan turut menudukung upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Kami beserta santri dan siswa siap turut menjaga kelestarian hutan dan lingkungan sekitar agar tetap lestari dengan memberikan pengetahuan. Semoga Perhutani kedepan tetap eksis, sejahtera dan lestari,” pintanya.
Ketua Yayasan Daar Al Mustofa Hj. Murtasimah menjelaskan sangat mengapresiasi pemberian dana bantuan dari Perhutani ini.
“Dana bantuan ini sangat bermanfaat dan berguna bagi para santri untuk keperluan pembangunan sarana dan prasaranan yang belum terwujud,” cetusnya.
Hal senanda juga disampaikan Ketua Yayasan Ponpes Al Fatah Imam Nahrowi. Ia menyebut jika bantuan dari Perhutani KPH Banyuwangi Selatan ini sangat berguna dan bermanfaat. Sebab masih banyak sarana dan prasarana yang belum dibangun di ponpes tersebut.
“Dana bantuan dari Perhutani sangat membantu para santri dan juga ikut memajukan dunia pendidikan. Kami sangat berterima kasih sekali,” pungkasnya. (Tim)



