AdvertorialBoltimTopik Terkini

Rakerda Pertanian Sulut 2026: Boltim Perkuat Sinergi Sektor Pertanian dan Terima Bantuan Alsintan

Boltim, Sulawesi Utara – Sektor pertanian menjadi salah satu tulang punggung perekonomian di wilayah Sulawesi Utara, termasuk di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Dalam upaya memperkuat fondasi tersebut, Wakil Bupati Boltim Argo V. Sumaiku mewakili Bupati Oskar Manoppo, S.E., M.M. menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pembangunan Pertanian dan Apel Siaga Penyuluh Pertanian se-Sulawesi Utara, Kamis (20/8/2026).

Kehadiran perwakilan pemerintah Boltim dalam forum strategis tingkat provinsi ini menandakan komitmen daerah untuk terus menggenjot produktivitas pertanian dan meningkatkan kesejahteraan para petani.

Kegiatan yang dibuka Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus digelar di Ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulut tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan sinergi pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sektor pertanian, sekaligus meningkatkan peran penyuluh dalam mendampingi petani di daerah.

Forum ini mengumpulkan berbagai stakeholders pertanian dari seluruh penjuru Sulawesi Utara, menciptakan ruang dialog yang krusial untuk menyelaraskan program pembangunan pertanian dari tingkat pusat hingga daerah.

Momentum Perkuat Sinergi Pembangunan Pertanian

Usai mengikuti pembukaan kegiatan, Wakil Bupati menyampaikan bahwa Rakerda ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam pembangunan pertanian.

Rakerda Pertanian Sulut 2026

“Rakerda ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam pembangunan sektor pertanian. Kita berharap kolaborasi pemerintah, penyuluh, dan petani semakin solid sehingga mampu meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan masyarakat,” ujarnya

Pernyataan tersebut mencerminkan visi pemerintah Boltim yang ingin menjadikan sektor pertanian tidak hanya sebagai penyedia pangan, tetapi juga sebagai mesin penggerak ekonomi daerah.

Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, sinergi antara pemerintah daerah, aparat penyuluh, dan komunitas petani menjadi faktor penentu keberhasilan program-program pertanian yang diluncurkan.

Tanpa kolaborasi yang solid, program pembangunan berisiko hanya menjadi dokumen perencanaan tanpa dampak nyata di lapangan.

Penyuluh dan Ujung Tombak Kebijakan di Lapangan

Menurutnya, penyuluh pertanian memiliki peran penting sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan petani di lapangan.

“Penyuluh adalah ujung tombak dalam memastikan program pembangunan pertanian benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh petani,” katanya.

Rakerda Pertanian Sulut 2026

Pesan ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh besaran anggaran atau canggihnya teknologi, tetapi juga oleh kualitas human resources yang mampu menjembatani kebijakan dengan realitas di lapangan.

Penyuluh pertanian berperan sebagai agen perubahan yang membawa pengetahuan modern, teknik budidaya terbaru, dan informasi pasar langsung kepada petani.

Di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika ekonomi global, peran penyuluh semakin krusial untuk membantu petani beradaptasi dan tetap produktif.

Boltim Terima Bantuan Alsintan dari Pemprov Sulut

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara simbolis dari Pemprov Sulut yang diserahkan dalam rangka mendukung penguatan sektor pertanian di Kabupaten Boltim.

Bantuan alsintan ini diharapkan dapat menjadi pemicu peningkatan efisiensi dan produktivitas pertanian di Boltim, mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual, serta membuka peluang diversifikasi komoditas pertanian yang lebih bernilai ekonomi tinggi.

Penerimaan bantuan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa Pemprov Sulut memberikan perhatian serius terhadap pembangunan pertanian di wilayah-wilayah seperti Boltim.

Dengan dukungan peralatan modern, petani Boltim diharapkan mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif sambil tetap menjaga keberlanjutan lingkungan.

Rakerda Pertanian Sulut 2026

Kehadiran Stakeholders Pertanian se-Sulawesi Utara

Turut hadir Forkopimda Sulut, Mewakili Kepala Pusat Penyuluh & Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian RI Prof. Dr. DEDI NURSYAMSI, M.Agr, Para Kepala Daerah, Kepala Dinas Pertanian Boltim, serta seluruh penyuluh pertanian se-sulut.

Kehadiran para elit pertanian ini menegaskan bahwa Rakerda dan Apel Siaga Penyuluh Pertanian bukan sekadar formalitas administratif, melainkan forum strategis yang menentukan arah kebijakan pertanian Sulawesi Utara dalam beberapa tahun ke depan.

Boltim Siap Genjot Produktivitas Pertanian

Dengan berbagai momentum yang dihasilkan dari Rakerda Pembangunan Pertanian se-Sulut ini, Kabupaten Boltim menegaskan kesiapannya untuk mempercepat transformasi sektor pertanian.

Dari perkuatan sinergi antar stakeholders, penguatan peran penyuluh, hingga penerimaan bantuan alsintan, semua elemen ini menjadi fondasi kokoh bagi Boltim untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung para petani dengan kebijakan yang responsif dan program yang berbasis kebutuhan lapangan, menjadikan sektor pertanian sebagai motor penggerak utama pembangunan di Bolaang Mongondow Timur. (F.A Mokodompis)

Referensi Terkait

BERITA TERKAIT

Back to top button