Panggilan Diskusi Dengan Tema “PLTP CAPTIVE: Proses Kavitasi Kondisi Sosil-Ekologi Pulau Obi”.
Malut, IndoFaktual.com – Panggilan Diskusi Pengembangan baterai untuk kendaraan listrik, yang diklaim sebagai industri energi hijau dalam rangka melakukan transisi ke sumber lebih rendah karbon, justru meneruskan dan memperpanjang jalinan rantai ekstraktivisme yang ditenagai tekno-industrial modern berbahan bakar fosil.
Bahan untuk komponen baterai membutuhkan penambangan mineral kritis dari perut bumi dalam jumlah teramat besar. Kobalt, lithium, grafiti dan nikel adalah beberapa bahan untuk baterai. Penambangan bahan-bahan tersebut telah menghancurkan ruang hidup dan kehidupan banyak warga di banyak negara-negara selatan.
Dan pengolahan bahan-bahan tersebut—seperti pemurnian nikel—bergantung terhadap batubara yang pengerukannya juga telah menghancurkan ruang hidup dan kehidupan banyak warga di banyak negara-negara selatan. Singkatnya, industri yang dibesarkan negara untuk kemajuan ini justru melahirkan rantai penghancuran ruang hidup (alam dan manusia, tanah dan tubuh) yang bersifat akumulatif dan berjejaring.
Dalam narasi besar industri baterai, Indonesia menempati posisi penting karena memiliki cadangan nikel terbesar nomor satu di dunia. Pulau Obi merupakan salah satu “koloni” baru yang kandungan bawah tanahnya diburu untuk masa depan rendah karbon. Dan Desa Kawasi di Pulau Obi menjadi lokasi pembangunan industri pemurnian nikel.
Ibarat pagar pengamanan, Kebijakan Proyek Strategis Nasional (PSN) melindungi seluruh program penambangan dan pembangunan industri nikel yang beroperasi di Pulau Obi, dan melengkapi keduanya dengan pasukan bersenjata. Kami menemukan bahwa PT. Harita Group menguasai industri nikel tersebut dan mereka bergantung pada PLTU batubara untuk menunjang produksi nikel. Hal ini didukung oleh temuan keberadaan fasilitas penampung batubara dan pelabuhan jeti di Kawasi.
Komitmen negara mempercepat transisi menuju energi terbarukan, dengan demikian, menghadirkan banyak pertanyaan. Berdasar pada fenomena inilah kami melaksanakan diskusi dengan tema “PLTU CAPTIVE : PROSES KAVITASI KONDISI SOSIL-EKOLOGI PULAU OBI“.
Diskusi ini akan dilaksanakan pada:
1. Hari: Rabu, 6 November 2024
2. Jam : 10.00 WIT s/d selesai, atau 12.00 WIB s/d selesai
3. Via zoom meeting.
Pendaftaran diskusi melalui https://bit.ly/SeriDiskusiEnergi2 (Risal)



