
Mortir Aktif Sisa Perang Dunia II Ditemukan di Danau Balai Labuhanbatu
IndoFaktual.com, Labuhanbatu – Suasana pagi di Dusun Danau Balai Satu B, Kelurahan Danau Balai, Kecamatan Rantau Selatan, berubah menjadi gegeran. Warga dikejutkan dengan penemuan benda logam mencurigakan yang kemudian diidentifikasi sebagai mortir, diduga merupakan peninggalan aktif dari era Perang Dunia II. Kejadian berlangsung Minggu, 5 April 2026.
Mortir berbahaya tersebut muncul dari tumpukan material tanah yang berada di area belakang permukiman warga. Lokasi penemuan berada di lahan milik Adi Waluyo yang sedang melakukan persiapan pengolahan tanah untuk produksi batu bata. Aktivitas rutin tersebut berujung pada penemuan yang menggemparkan.
Anak laki-laki Adi Waluyo menjadi orang pertama yang menyadari keberadaan benda asing. Saat mencangkul tumpukan tanah, alatnya mengenai benda keras yang tertimbun di dalam gundukan. Rasa penasaran mendorongnya untuk menggali lebih dalam dan mengangkat benda tersebut ke permukaan.
“Awalnya anak saya yang menemukan saat mencangkul. Karena penasaran, kemudian diangkat dan dipindahkan dari dalam tanah,” cerita Adi Waluyo mengenai momen penemuan.
Tanah timbunan yang menjadi sumber mortir didatangkan dari desa lain untuk keperluan industri batu bata lokal. Proses pengangkutan material dari lokasi berbeda membawa serta benda bersejarah yang tidak disadari. Hal ini menunjukkan potensi penyebaran artefak perang di berbagai wilayah.
Benda yang diangkat ke permukaan memiliki dimensi mengkhawatirkan. Panjang mortir mencapai sekitar 30 sentimeter, setara dengan panjang lengan orang dewasa. Ukuran tersebut mengindikasikan kaliber yang cukup besar dengan daya ledak signifikan jika masih aktif.
Tim ahli dari kepolisian melakukan identifikasi awal dan menduga kuat mortir tersebut berasal dari masa Perang Dunia II. Kondisi fisik yang relatif terjaga menunjukkan benda mungkin masih mengandung bahan peledak aktif. Potensi bahaya ledakan menjadi ancaman serius bagi warga sekitar.
Berita penemuan mortir menyebar cepat di kalangan masyarakat Danau Balai. Warga dari berbagai penjuk berdatangan ke lokasi untuk menyaksikan langsung benda langka tersebut. Kerumunan yang terbentuk justru menambah risiko keselamatan mengingat sifat bahan peledak yang tidak stabil.
Aparat Kepolisian Resor Labuhanbatu merespons dengan cepat setelah menerima laporan. Personel segera turun ke lokasi dan melakukan pengamanan darurat. Garis polisi dipasang mengelilingi area penemuan untuk membatasi akses warga.
Police line tersebut menjadi pembatas visual antara zona berbahaya dengan area aman. Tanda larangan mendekat dipasang di titik-titik strategis. Petugas berjaga untuk memastikan tidak ada warga yang nekat menerobos demi memenuhi rasa ingin tahu.
Hingga malam harinya, mortir masih berada di lokasi penemuan sembari menunggu tim khusus. Jihandak atau Tim Penjinak Bahan Peledak dari Polda Sumatera Utara dijadwalkan melakukan evakuasi dan penanganan profesional. Kedatangan tim ahli menjadi penantian warga dengan kekhawatiran bercampur harap.
Kepolisian mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh masyarakat. Pendekatan terhadap lokasi maupun kontak fisik dengan mortir sangat dilarang. Potensi bahaya ledakan akibat guncangan atau perubahan suhu menjadi ancaman nyawa.
“Warga diminta tetap waspada dan tidak mendekati area hingga proses evakuasi selesai dilakukan oleh tim berwenang,” tegas petugas di lokasi.
Penemuan mortir di Danau Balai membuka diskusi tentang sejarah militer wilayah Labuhanbatu. Selama Perang Dunia II, Sumatera Utara menjadi saksi berbagai pertempuran dan operasi militer. Sisa-sisa perang yang terkubur di tanah masih kerap ditemukan di berbagai lokasi.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat perlu mendokumentasikan temuan ini untuk kepentingan sejarah. Koordinasi dengan tim Jihandak dapat memastikan mortir yang berhasil diamankan tidak langsung dimusnahkan. Artefak bersejarah semacam ini memiliki nilai edukasi jika ditangani dengan tepat.
Ke depan, pemerintah daerah diharapkan melakukan survei sistematis terhadap area potensial. Lokasi yang pernah menjadi jalur pergerakan tentara atau pertempuran perlu diidentifikasi. Edukasi warga tentang prosedur penemuan benda mencurigakan juga penting untuk mencegah korban jiwa.
Penulis : esp01



