
BGN Bantah Isu Penghentian MBG: Program Makan Bergizi Gratis Justru Diperluas Jadi 25.000 SPPG Pasca Lebaran
IndoFaktual.com, Nasional – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi flagship program Presiden Prabowo Subianto. Kepala BGN Dadan Hindayana secara resmi membantah isu yang beredar di berbagai platform digital mengenai penghentian MBG setelah Idul Fitri, menyebut informasi tersebut tidak berdasar dan tidak mencerminkan kebijakan resmi pemerintah.
Dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026, Dadan Hindayana menegaskan bahwa tidak pernah ada arahan dari Presiden Prabowo Subianto maupun kebijakan internal BGN untuk menghentikan program bantuan pangan ini. Sebaliknya, MBG akan memasuki fase ekspansi besar-besaran dengan penambahan signifikan infrastruktur penyalurannya.
“Program MBG akan tetap jalan setelah Idul Fitri. Tidak ada rencana penghentian seperti yang beredar,” tegas Dadan dengan nada yang menunjukkan keprihatinan terhadap penyebaran informasi tidak akurat yang dapat menimbulkan kebingungan di masyarakat.
Kebijakan perluasan program ini sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan cakupan penerima manfaat dari segmen populasi yang rentan stunting dan malnutrisi. Data terkini menunjukkan bahwa jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan ditingkatkan secara masif menjadi 25.000 unit yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dari jumlah yang saat ini masih terbatas.
Dengan ekspansi infrastruktur tersebut, program MBG diproyeksikan mampu melayani lebih dari 61,2 juta penerima manfaat angka yang mencerminkan ambisi besar pemerintah dalam menanggulangi masalah gizi buruk yang menghambat potensi sumber daya manusia Indonesia.
Selain penambahan jumlah SPPG, BGN juga mengumumkan perubahan signifikan dalam standar penyajian menu MBG. Pasca Idul Fitri, program akan kembali menggunakan menu segar yang disiapkan langsung di tingkat layanan, menggantikan model paket siap saji yang sempat digunakan dalam fase awal implementasi.
Kebijakan ini bertujuan menjamin kualitas nutrisi yang optimal dan memastikan standar higienitas serta keamanan pangan yang lebih terkontrol. “Kami memastikan penyajian MBG menggunakan menu segar sesuai standar mutu dan ketentuan gizi yang telah ditetapkan,” tambah Dadan.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas nasional yang mendapat alokasi anggaran signifikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Dengan cakupan yang mencakup anak-anak usia sekolah, ibu hamil dan menyusui, serta lansia prasejahtera, program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam penurunan prevalensi stunting yang saat ini masih menjadi tantangan besar bagi pembangunan kesehatan Indonesia.
Penulis : Redaksi



