
Yonnarlis Kecam Kasus Asusila di Hotel, Minta Pemda Evaluasi Pengawasan Perhotelan Tanah Datar
Tanah Datar— Ikatan Keluarga Alumni PMII (IKA PMII) Kabupaten Tanah Datar mengecam keras terungkapnya dugaan kasus asusila di salah satu hotel di wilayah setempat. Kejadian ini dinilai berpotensi mencoreng citra Tanah Datar sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai adat dan agama.
Ketua IKA PMII Tanah Datar yang juga Anggota DPRD Tanah Datar dari Fraksi PKB, Yonnarlis, menyampaikan hal tersebut kepada media di Batusangkar, Selasa (3/11/2026).
“Saya mengecam tindak asusila yang terjadi di salah satu hotel di Tanah Datar. Ini tentu dapat merusak nama baik Kabupaten Tanah Datar sebagai Luhak Nan Tuo yang sangat kental dengan falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah,” tegas Yonnarlis.
Yonnarlis meminta Pemerintah Daerah segera melakukan pengawasan dan evaluasi menyeluruh terhadap operasional hotel yang bersangkutan. Hal ini penting untuk memastikan pengelolaan usaha perhotelan berjalan sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku.
“Perlu diteliti dan dievaluasi apakah ada kelalaian dari pihak pengelola hotel atau sebaliknya, apakah seluruh prosedur telah dijalankan sebagaimana mestinya. Ini harus menjadi perhatian serius,” ujarnya.
Lebih jauh, Yonnarlis menegaskan bahwa menjaga wilayah dari praktik yang melanggar norma tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah atau aparat penegak hukum saja. Diperlukan sinergi dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
“Ke depan mari kita bersama-sama — pemerintah daerah, DPRD, Ninik Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, pemuda, Bundo Kanduang, dan seluruh masyarakat — bersatu menjaga Kabupaten Tanah Datar dari praktik yang bertentangan dengan norma agama maupun adat,” ajaknya.
Di akhir pernyataan, Yonnarlis juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Tanah Datar yang telah berhasil mengungkap kasus tersebut. Ia berharap proses hukum dapat berjalan transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Terima kasih kepada Polres Tanah Datar yang telah mengungkap kasus ini. Kita berharap penegakan hukum dapat berjalan adil dan tuntas,” pungkasnya. (**)
Referensi Terkait
Contoh peristiwa/kegiatan sejenis; bukan bukti kejadian dalam artikel.



