KotamobaguTopik Terkini

Pembinaan sekolah Adiwiyata 2026

IndoFaktual.com, Kotamobagu – Komitmen mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berbudaya lingkungan terus diperkuat di Kota Kotamobagu. Rabu, 8 April 2026, Tim Pembina Sekolah Adiwiyata resmi memulai turun lapangan melakukan penilaian dan pembinaan di berbagai satuan pendidikan.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Irwan Paputungan S.Pd. M.Si. Tim penilai yang dibentuk bersifat lintas sektor, menggabungkan berbagai kompetensi untuk memastikan penilaian yang komprehensif dan objektif.

Komposisi tim mencakup Pengawas Penilai sebagai tenaga ahli, Kementerian Agama untuk aspek keberagaman, Dinas Pendidikan sebagai stakeholder utama, Lembaga Swadaya Masyarakat untuk perspektif independen, serta perwakilan Media sebagai pengawas publik. Keberagaman ini memastikan multi-dimensi penilaian terpenuhi.

Hari pertama penilaian diisi kunjungan ke dua sekolah. SDN 1 Molinow yang dipimpin Kepala Sekolah Sahyudi Amperodo S.Pd. menjadi sasaran pertama. Sekolah tersebut dinilai berdasarkan berbagai indikator Adiwiyata mulai dari pengelolaan sampah, efisiensi energi, hingga integrasi pendidikan lingkungan dalam kurikulum.

Selanjutnya tim berpindah ke SD Alam Insan yang dipimpin Sisma Sugeha. Sekolah swasta ini menunjukkan berbagai inovasi dalam pengelolaan lingkungan yang menjadi nilai tambah dalam penilaian. Interaksi antara tim penilai dan civitas akademika berlangsung konstruktif untuk saling bertukar praktik terbaik.

Untuk tahun ini, terdapat enam sekolah yang menjadi fokus pembinaan intensif. Rinciannya, satu sekolah dipersiapkan untuk meraih predikat Adiwiyata tingkat Provinsi, sementara lima sekolah lainnya ditargetkan untuk tingkat Kota Kotamobagu. Pembagian level ini memungkinkan pendampingan yang lebih terarah sesuai kapasitas masing-masing satuan pendidikan.

Setelah kunjungan hari pertama, masih terdapat empat sekolah lain dalam daftar penilaian. Jadwal kunjungan maraton telah disusun tim penilai untuk menyelesaikan seluruh asesmen dalam waktu yang telah ditetapkan. Efisiensi waktu menjadi pertimbangan mengingat banyaknya indikator yang harus diverifikasi di lapangan.

Program Adiwiyata memiliki visi jangka panjang untuk transformasi perilaku lingkungan. Diharapkan seluruh warga sekolah di Kotamobagu, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan, menjadi lebih bertanggung jawab dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Investasi dalam pendidikan karakter lingkungan ini menjadi bekal generasi mendatang.

Penilaian yang dilakukan tim tidak bersifat punitive, melainkan konstruktif. Temuan-temuan di lapangan dijadikan bahan pembinaan untuk perbaikan berkelanjutan. Sekolah yang belum memenuhi standar diberikan pendampingan teknis untuk meningkatkan kapasitas.

Irwan Paputungan menegaskan pentingnya partisipasi seluruh stakeholder. Keberhasilan Adiwiyata tidak hanya ditentukan oleh sekolah, melainkan juga dukungan orang tua dan masyarakat sekitar. Sinergi multi-pihak menjadi kunci keberlanjutan program.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Kotamobagu berkomitmen untuk terus memperluas cakupan program. Dari enam sekolah tahun ini, target ke depan adalah menjadikan seluruh satuan pendidikan di kota ini berbudaya lingkungan. Roadmap pengembangan Adiwiyata sedang disusun untuk mencapai visi tersebut.

Dokumentasi penilaian akan menjadi bahan evaluasi dan diseminasi. Praktik terbaik yang ditemukan di lapangan akan didokumentasikan untuk direplikasi sekolah lain. Sistem peer learning antarsekolah diharapkan tumbuh secara organik.

Ke depan, integrasi teknologi dapat memperkuat program Adiwiyata. Aplikasi monitoring lingkungan dan dashboard real-time dapat meningkatkan akuntabilitas. Kolaborasi dengan sektor teknologi dan startup lokal menjadi peluang pengembangan.

Penulis : MB

BERITA TERKAIT

Back to top button