
Teror Lempar Batu di Jalinsum Labusel Resahkan Sopir Bus dan Pengendara
IndoFaktual.com, Labuhanbatu Selatan – Aksi teror pelemparan batu kembali mengancam keselamatan pengguna Jalan Lintas Sumatera di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel). Kejadian terbaru terjadi di Desa Sei Sumut, Kecamatan Kota Pinang pada Kamis dini hari, 2 April 2026, menimbulkan kekhawatiran serius bagi para sopir bus dan pengendara.
Sebuah bus Intra yang melintas di ruas jalur tersebut menjadi korban penyerangan orang tak dikenal. Batu yang dilempar dari luar menghantam kaca samping kiri bus hingga pecah berkeping-keping. Benda tersebut bahkan sempat masuk ke dalam kabin dan nyaris mengenai penumpang yang sedang duduk.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden mengerikan tersebut. Namun dampak psikologis cukup besar bagi para pengguna jalan. Kejadian ini menambah daftar panjang aksi pelemparan batu di kawasan Jalinsum yang semakin meresahkan masyarakat.
Berdasarkan data lapangan, teror serupa bukan pertama kali terjadi di lokasi tersebut. Sejumlah pengendara mengonfirmasi kejadian serupa telah berulang kali terjadi, khususnya di kawasan Sei Sumut, Kota Pinang. Modus operandi yang sama menunjukkan adanya pelaku yang sengaja mengincar kendaraan pada malam hari.
Kondisi geografis dan infrastruktur di sepanjang jalur tersebut menjadi faktor pendukung tindak kriminal. Jalan yang sepi dengan minim penerangan lampu jalan umum menciptakan zona gelap yang ideal bagi pelaku. Kanan kiri jalan diapit perkebunan kelapa sawit lebat yang menyembunyikan pelaku dari pandangan.
Kualitas jalan yang bergelombang turut menambah kerawanan. Pengendara yang melambat karena kondisi jalan buruk menjadi target empuk bagi penyerang. Kombinasi faktor tersebut menciptakan lingkaran setan yang sulit diputus tanpa intervensi serius dari aparat dan pemerintah.
Samsul, pengendara sepeda motor yang rutin melintas di jalur tersebut, mengungkapkan keprihatinannya. Pria tersebut menggambarkan kondisi malam hari yang sangat menakutkan bagi pengguna jalan.
“Kondisi jalan kalau malam sepi dan kurang lampu penerangan. Kanan kiri jalan kebun sawit, jalan pun bergelombang,” keluh Samsul.
Perasaan was-was selalu menghantuinya setiap kali harus melewati lokasi tersebut pada malam hari. Ketidakpastian keselamatan membuat perjalanan yang seharusnya biasa menjadi pengalaman menegangkan. Trauma psikologis semacam ini berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
Samsul menyampaikan harapan agar aparat berwenang dan dinas terkait segera bertindak. Solusi paling mendesak adalah pemasangan lampu penerangan jalan untuk mengurangi kegelapan yang menjadi senjata pelaku.
“Saya berharap aparat dan dinas terkait kiranya mau peduli dengan kondisi jalan ini. Setidaknya dipasang lampu penerangan jalan agar tidak terlalu gelap dan menyeramkan,” ujarnya.
Masyarakat luas berharap peningkatan patroli kepolisian di kawasan rawan tersebut. Kehadiran aparat secara rutin diperkirakan dapat menekan niat pelaku untuk beraksi. Patroli preventif dinilai lebih efektif daripada penanganan reaktif pasca kejadian.
Selain aspek keamanan, perbaikan infrastruktur jalan menjadi tuntutan penting. Penerangan jalan umum yang memadai tidak hanya mencegah kriminalitas, tetapi juga mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas. Investasi dalam infrastruktur dasar merupakan tanggung jawab pemerintah daerah terhadap keselamatan warga.
Kebun kelapa sawit yang mengapit jalan perlu dikelola dengan mempertimbangkan aspek keamanan. Pemangkasan vegetasi berlebihan dan pencahayaan area kritis dapat mengurangi tempat persembunyian pelaku. Kerja sama antara perusahaan perkebunan dan pemerintah menjadi kunci solusi ini.
Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Labuhanbatu Selatan diharapkan segera meninjau lokasi. Data kecelakaan dan kriminalitas di jalur tersebut perlu dianalisis untuk menentukan prioritas penanganan. Anggaran untuk penerangan dan perbaikan jalan harus segera dialokasikan.
Kepolisian Resor Labuhanbatu Selatan perlu membentuk satgas khusus penanganan teror jalanan. Investigasi mendalam terhadap pola kejadian dapat mengungkap identitas pelaku. Koordinasi dengan Polres sekitar juga penting mengingat mobilitas pelaku yang mungkin melintas wilayah hukum.
Koridor Jalinsum sebagai urat nadi ekonomi Sumatera tidak dapat dibiarkan tidak aman. Gangguan di ruas vital ini berdampak pada arus barang dan orang di skala regional. Penanganan serius menunjukkan komitmen pemerintah terhadap investasi dan kesejahteraan masyarakat.
Penulis : esp01





