BoltimPemerintahanSulawesi UtaraTopik Terkini

Tak Ikut Apel Kerja Perdana Tanpa Keterangan Bakal Disanksi

IndoFaktual.com, Boltim – Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Oskar Manoppo, S.E., M.M., menginstruksi tegas Sekretaris Daerah (Sekda) M. Iksan Pangalima, S.Pi., M.A.P., terkait ketidakhadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) tanpa keterangan, dalam pelaksanaan Apel Kerja Perdana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boltim, Senin 5 Januari 2026 hari ini.

Menurut Bupati Oskar, ketidakhadiran tanpa keterangan para ASN dalam pelaksanaan apel kerja perdana pagi hari tadi, mencerminkan kurangnya tingkat kedisiplinan.

Dalam pemberitaan media ini sebelumnya, ditegaskan bahwa Bupati Boltim dalam jalannya pelaksanaan apel kerja perdana melalui sambutannya, menyentik terkait tingkat kedisiplinan serta data laporan kehadiran peserta yang mengikuti pelaksanaan apel kerja pagi itu.

Secara terang-terangan, Bupati masih dalam sambutanya menegaskan kepada Sekda Boltim, agar kiranya dapat memberikan sanksi tegas kepada para ASN yang dengan sengaja atau tanpa keterangan tidak hadir dalam apel kerja perdana ini.

Dikonfirmasi secara terpisah, Sekda Iksan Pangalima, kepada media ini menegaskan bahwa akan diberlakukan sanksi terhadap para ASN yang dengan sengaja tidak menghadiri atau mengikuti pelaksanaan apel kerja perdana tersebut.

“Kalau 96 persen itu hadir, sisanya yang 5 persen besok akan apel lagi, apel tersendiri. Sanksinya kan jelas, sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, dihari pertama kalau mereka tidak hadir, berarti mereka tidak siap kerja, apa pun alasannya, kecuali yang sakit,” kata Sekda.

Selain itu, Sekda Iksan Pangalima juga meluruskan terkait data laporan kehadirian peserta saat itu. Menurut Iksan, data yang sebelumnya disampaikan kepada Bupati Boltim, Oskar Manoppo. Adalah data yang kurang valid, dirinya kemudian menerangkan kalau data peserta yang hadir dan mengikuti pelaksanaan apel kerja perdana saat itu sebesar 95% ASN.

“Ternyata ada guru-guru yang tadi tidak tercatat, itu hampir 95 persen mereka hadir, laporan kepada beliau yang tadi tidak valid,” pungkas Iksan Pangalima.

Penulis : Redaksi

BERITA TERKAIT

Back to top button