
Safari Dakwah Ustad Abdul Somad di Boltim: Tiga Hari Mengukir Sejarah Spiritual dan Persaudaraan
IndoFaktual.com, Boltim – Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mengukir catatan istimewa dalam kalendar keagamaan wilayah Bolaang Mongondow Raya. Kota Tutuyan menjadi tujuan akhir safari dakwah tiga hari yang digelar Ustad Abdul Somad Batubara sejak 22 Mei 2026, menyusul kegiatan serupa di Kotamobagu. Ribuan jamaah membanjiri Lapangan Gogaluman sejak fajar menyingsing, menandai antusiasme luar biasa masyarakat terhadap kedatangan ulama populer yang akrab disapa UAS tersebut.
Momentum ini bukan sekadar pengajian biasa. Bupati Oskar Manoppo secara resmi menjemput rombongan UAS dari rumah dinas menuju lokasi utama, menunjukkan penghormatan istimewa dari pemerintah daerah. Dalam orasinya, Bupati menyampaikan kebanggaan mendalam atas kehadiran sang penceramah. “Atas nama pribadi, keluarga, pemerintah daerah, dan seluruh masyarakat Bolaang Mongondow Timur, kami mengucapkan selamat datang di daerah kami tercinta. Kehadiran Tuan Guru merupakan kehormatan dan keberkahan bagi kami semua,” ujarnya dengan penuh keharuan.
Keistimewaan acara ini terletak pada penggabungan nilai spiritual dengan semangat kearifan lokal. Filosofi “Torang Samua Basudara” yang menjadi identitas masyarakat Boltim diangkat sebagai fondasi utama. Bupati Oskar menekankan bahwa kegiatan ini menjadi instrumen strategis untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus mempererat persaudaraan antarwarga dari berbagai latar belakang. Momentum safari dakwah ini, menurutnya, mampu merajut kembali ikatan sosial yang semakin terkikis era modernitas.
Suasana religius tercipta sejak awal acara. Tiga qori terbaik Bolaang Mongondow Timur membuka sesi dengan tilawah ayat-ayat suci Al-Qur’an yang merdu, membuat ribuan jamaah terdiam dalam khidmat. Gelombang manusia yang memenuhi lapangan tidak hanya berasal dari wilayah Boltim, tetapi juga menarik jamaah dari kabupaten tetangga yang ingin menyaksikan langsung tausiah karismatik UAS.
Puncak kegiatan menghadirkan momen tak terlupakan. Panitia menyelenggarakan lelang amal sorban yang dikenakan Ustad Abdul Somad selama tausiah. Benda istimewa tersebut akhirnya dimenangkan oleh Rahman Salehe, pengusaha sekaligus anggota DPRD Boltim, dengan nilai lelang yang seluruhnya dialokasikan untuk pembangunan pondok pesantren di Kotamobagu. Inisiatif ini membuktikan bahwa safari dakwah tidak hanya menyentuh dimensi rohani, tetapi juga menghasilkan kontribusi konkret bagi pengembangan pendidikan Islam.
Sebelum acara resmi ditutup, Habib Umar Bin Ali Assegaf memimpin doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan seluruh masyarakat. Doa penutup ini menjadi penegasan bahwa kegiatan ini lebih dari pertemuan biasa ia adalah muhasabah kolektif dan permohonan kepada Sang Pencipta.
Keberhasilan Tablig Akbar di Tutuyan menegaskan posisi Bolaang Mongondow Timur sebagai wilayah yang subur bagi perkembangan dakwah. Antusiasme massa sejak pagi hari, keamanan yang terjaga dengan baik, serta partisipasi lintas elemen masyarakat menunjukkan bahwa kecintaan terhadap ilmu agama masih mengalir deras di kalangan warga. Momentum safari dakwah Ustad Abdul Somad ini bukan titik akhir, melainkan awal baru bagi Boltim untuk terus membangun peradaban yang berlandaskan iman, persaudaraan, dan visi kemajuan bersama.
Penulis : Redaksi





