Presiden Jokowi Pimpin Ratas Terkait Kesiapan KTT ASEAN ke-42, Simak yang Dibahas !
IndoFaktual.com, Nasional – Dalam Rapat Terbatas (Ratas) yang dilaksanakan di Istana Merdeka kamis (27/04/2023) kamarin, Presiden Republik Indonesia (RI) Ir. Joko Widodo (Jokowi) memastikan terkait kesiapan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN, yang rencananya akan dilangsungkan di Labuhan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTT) pada 10-11 Mei mendatang.
Hal ini, sebagaimana yang dikatakan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi dalam live streaming youtube Sekretariat Presiden. Dimana, Menlu Retno membenarkan bahwa pada Kamis kemarin Presiden Jokowi secara langsung memimpin Ratas, yang membahas terkait urusan pengamanan, infrastruktur, Kesehatan serta mengecek semuanya secara detail.
“Baru saja Presiden memang memimpin pertemuan ratas dan mengecek semuanya secara detail, termasuk urusan yang terkait dengan masalah pengamanan, infrastruktur, kesehatan, dan sebagainya yang intinya semuanya on the right track”, ucap Menlu Retno LP Marsudi usai menghadiri Ratas.
Lanjut Menlu, dalam rangkaian KTT ke-42 ASEAN ini, rencananya Presiden Jokowi akan mengikuti 8 pertemuan, dimana 7 diantaranya akan dipimpin langsung oleh Presiden sendiri. Ada pun ke 7 sesi tersebut yakni, plenary dan retreat, pertemuan IMT-GT (Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle), pertemuan BIMP-EAGA (Brunei, Indonesia, Malaysia, Philippines East ASEAN Growth Area), serta serangkaian pertemuan dengan parlemen, pebisnis, pemuda, dan high level task force yang bertugas menyiapkan visi jangka panjang ASEAN.
“Jadi total ada 8 pertemuan, 7 pertemuan di antaranya itu akan dipimpin oleh Bapak Presiden, karena yang BIMP-EAGA itu akan dipimpin oleh PM [Perdana Menteri] Malaysia, karena rotasinya memang keketuaan BIMP-EAGA sedang ada di Malaysia”, lanjutnya.
Ada pun, Menlu Retno juga menerangkan terkait lokasi penyelengaraan KTT ke-42 tersebut, bahwa menurutnya pemilihan Labuan Bajo sebagai tempat pelaksanaan KTT tahun ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempromosikan destinasi secara global.
“Jadi Indonesia adalah banyak destinasi, nah kita lakukan this time di Labuan Bajo”, terangnya.

Mengenai substansi KTT ke-42 ASEAN, Retno menegaskan bahwa keketuaan Indonesia tahun 2023 mendorong kawasan ASEAN yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan serta memperkuat ketahanan ekonomi ASEAN, sejalan dengan tema yang diusung yaitu ASEAN Matters: Epicentrum of Growth.
“Untuk yang 42 ini konsentrasinya di ASEAN Matters dan Epicentrum of Growth. Di ASEAN Matters itu dokumennya terkait bagaimana upaya ASEAN untuk meningkatkan, memperkuat diri, sehingga mampu menghadapi tantangan ke depan. Epicentrum of Growth terkait dengan resiliensi ekonomi ASEAN”, tegasnya.
Lebih lanjut, keketuaan Indonesia di ASEAN mendorong peningkatan arsitektur kesehatan, peningkatan ketahanan energi di antaranya adalah pengembangan ekosistem untuk kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), ketahanan pangan, serta stabilitas keuangan. Menlu menyampaikan, dokumen yang akan menjadi kesepakatan para pemimpin ASEAN saat ini tengah dibahas pada pertemuan tingkat senior official meeting (SOM), yang selanjutnya akan dibahas pada tingkat pertemuan menteri.
“Selain mempersiapkan ASEAN menghadapi tantangan ke depan, maka ada visi post 2025. Keketuaan Indonesia juga berusaha untuk membumikan ASEAN dalam bentuk kerja sama proyek yang sifatnya konkret, seperti di bidang kesehatan, di bidang ekonomi bersih dengan EV battery, kesehatan dengan one health initiative, kemudian penggunaan local currency dan masih ada banyak lagi yang intinya adalah membumikan kerja sama ASEAN sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat”, pungkas Retno.







