
Praktisi Hukum Wilson Colling Ingatkan Pemilih Maluku Utara: Hindari Pemimpin Yang Eksploitasi Isu SARA Dalam Kampanye
Indofaktual.com Malut-Praktisi hukum dan penulis aktif di platform media sosial Facebook, πͺπΆπΉππΌπ» ππΌπΉπΉπΆπ»π΄, π¦π, π π, mengeluarkan pernyataan tegas terkait pemilihan pemimpin di Maluku Utara. Dalam sebuah unggahan yang mendapat perhatian luas, Wilson mengkritik keras beberapa tim sukses yang menggunakan isu agama dan dikotomi antara pribumi dan non-pribumi sebagai bagian dari strategi kampanye politik.
βJangan pilih pemimpin yang tim suksesnya jual-jual isu agama. Jangan pilih pemimpin yang tim suksesnya membuat dikotomi antara pribumi dan non-pribumi,β ujar Wilson Colling dalam unggahannya. Ia menilai bahwa pemilu seharusnya menjadi ajang untuk menampilkan gagasan dan visi konkret yang membangun, bukan untuk memecah belah masyarakat demi kepentingan politik jangka pendek.
Wilson Colling menekankan bahwa pemilihan pemimpin seharusnya tidak memperparah polarisasi di tengah masyarakat. “Ini adalah pesta demokrasi untuk memilih pemimpin kita semua. Kedepankan ide dan gagasan untuk mensejahterakan rakyat Maluku Utara,” tambahnya.
Pengamat politik turut mendukung pandangan ini. Menurut mereka, penggunaan isu agama dan etnis dalam kampanye bisa mengancam kohesi sosial di Maluku Utara, sebuah wilayah yang kaya akan keragaman budaya dan etnis. Mereka menilai, calon pemimpin ideal adalah sosok yang mampu menyatukan masyarakat, mengusung program nyata demi kesejahteraan rakyat, dan menghindari retorika yang memecah belah.
Menjelang pemilu yang semakin dekat, masyarakat Maluku Utara diimbau untuk cermat dalam memilih pemimpin yang memiliki integritas dan komitmen untuk memajukan seluruh rakyat tanpa melihat latar belakang agama dan etnis.(Risal)



