Topik Terkini

Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Penanganan Karhutla Padang Sugihan, 29 Gajah Sumatra Terpantau Sehat

Banyuasin – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Sumatera Selatan, terus diperkuat. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni turun langsung meninjau kawasan tersebut pada Kamis (17/9/2026), dengan perhatian diarahkan pada pengendalian api, keselamatan petugas, serta perlindungan habitat dan satwa, khususnya Gajah Sumatra.

Dalam kunjungan ke Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan, Menteri Kehutanan melihat langsung kondisi 29 Gajah Sumatra yang berada dalam pengelolaan pusat konservasi. Kementerian Kehutanan menyatakan seluruh gajah tersebut masih dalam kondisi baik dan belum mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla.

Peninjauan ini berlangsung ketika Sumatera Selatan menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam pengendalian karhutla. Data resmi Kementerian Kehutanan menunjukkan, hingga 18 September 2026 pukul 21.05 WIB terdapat 100 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di Sumatera Selatan, turun dari 184 titik pada pemantauan sehari sebelumnya. Kementerian mengingatkan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan dan tidak otomatis sama dengan satu kejadian kebakaran.

Keselamatan Gajah dan Habitat Jadi Prioritas

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan Daniwari Widiyanto mengatakan, dalam kunjungannya Menhut juga berdialog langsung dengan personel yang bekerja menangani kebakaran.

Selain melihat kondisi lapangan, koordinasi antartim menjadi salah satu perhatian agar perkembangan api dan kebutuhan penanganan dapat segera dilaporkan.

“Menhut memberikan apresiasi dan motivasi untuk terus semangat dan meningkatkan kolaborasi, serta melaporkan kondisi di lapangan secara update. Jika ada dukungan yang diperlukan bisa langsung direspons. Terkait satwa gajah, Menhut melihat langsung kondisinya dan semuanya sehat,” ujar Daniwari.

Penanganan di Padang Sugihan melibatkan unsur BKSDA Sumatera Selatan, Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Sumatera, personel bantuan dari Balai Taman Nasional Ujung Kulon dan Taman Nasional Bukit Dua Belas, TNI, Satgas Darurat Bencana Sumatera Selatan, pemerintah daerah, masyarakat hingga dunia usaha. Pemadaman dilakukan melalui operasi darat dan udara.

Kondisi lahan menjadi tantangan tersendiri. Vegetasi yang kering dan lebat, tiupan angin, serta karakter lahan gambut membuat pengendalian api membutuhkan kesiapsiagaan tinggi. Karena itu, tim memprioritaskan titik yang berpotensi menjalar menuju habitat satwa dan kawasan konservasi.

Sejumlah sekat bakar juga telah disiapkan untuk memperlambat penjalaran api. Menhut meminta kekuatan personel darat diperkuat agar perubahan kondisi di sekitar kawasan konservasi dapat segera direspons.

Water Bombing Perkuat Pemadaman

Pengendalian dari udara dilakukan melalui operasi water bombing pada sejumlah titik yang membutuhkan penanganan cepat.

Daniwari menjelaskan, dukungan udara membantu menahan pergerakan api, terutama pada kawasan yang memiliki vegetasi mudah terbakar dan berada dekat dengan wilayah prioritas perlindungan.

“Water bombing mampu membantu menghambat gerakan api menuju area-area yang cepat terbakar, terutama kawasan prioritas untuk diselamatkan seperti areal satwa gajah dan lainnya,” kata Daniwari.

Secara nasional, Kementerian Kehutanan pada 18 September menyatakan telah menyiagakan puluhan armada udara untuk water bombing, patroli, dan dukungan Operasi Modifikasi Cuaca. Pengoperasian armada disesuaikan dengan kondisi aktual kebakaran, cuaca, hasil verifikasi titik panas, dan keselamatan penerbangan.

Dukungan penanganan juga datang dari sektor usaha. APP Group bersama mitra pemasoknya disebut mengerahkan Regu Pemadam Kebakaran perusahaan di sejumlah posko serta memberikan dukungan operasional dan logistik kepada personel di lapangan.

BKSDA Sumatera Selatan pada saat yang sama terus memantau pergerakan gajah liar di lanskap Padang Sugihan–Simpang Heran. Koordinasi dilakukan dengan pihak di sekitar kawasan ketika terdapat laporan gajah mendekati permukiman, termasuk dengan PT Bumi Mekar Hijau.

Tim Dokter Dikirim untuk Petugas Pemadam

Ketersediaan air juga menjadi perhatian karena sejumlah titik kebakaran berada cukup jauh dari sumber air. Menhut mendorong penguatan embung serta penambahan peralatan pendukung berupa pompa, selang, dan tangki air portabel agar operasi darat lebih efektif.

Perhatian tidak hanya diberikan kepada satwa dan kawasan konservasi. Pada Jumat (18/9/2026), Kementerian Kehutanan mengirimkan tim dokter dari Klinik Manggala Wanabakti Jakarta menuju Posko PKG Jalur 21 untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan memberikan tindakan medis yang dibutuhkan petugas pemadam.

“Karena kesehatan dan keselamatan petugas di lapangan juga menjadi perhatian utama,” ucapnya.

Dengan kondisi kemarau yang masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran, pengawasan Padang Sugihan belum berhenti. Pemerintah, aparat, masyarakat, petugas konservasi dan dunia usaha terus melakukan pemadaman, pembasahan, patroli serta perlindungan terhadap habitat satwa.

Bagi kawasan Padang Sugihan, pengendalian karhutla bukan hanya persoalan memadamkan api. Upaya tersebut juga berkaitan langsung dengan menjaga ekosistem gambut, keselamatan personel serta keberlangsungan habitat Gajah Sumatra dan satwa liar lainnya.** (FAM)

BERITA TERKAIT

Back to top button