BoltaraSulawesi UtaraTopik Terkini

LSM Galaksi Sulut Minta Kadis Perdagangan Boltara di COPOT!

IndoFaktual.com, Boltara – Sebagaimana yang dilansir oleh media ini dari sejumlah publikasi sebelumnya, bahwa diduga keras Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), telah dengan sengaja mengganti nama para penerima bantuan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) Bo;tara, Kamis 4 Desember 2025.

Hal ini pun kemudian ditanggapi oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Galaksi, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Rheinal Mokodompis. Dimana menurutnya, dalam publikasi yang berlarut-larut tersebut, bantahan Kadis Perdagangan Boltara, Meitih Pontoh, tidak sesuai dengan kondisi yang berlangsung saat ini.

Dari data lapangan yang berhasil dihimpun Ein (Nama Panggilan), diduga keras telah terjadi penggatian nama para penerima bantuan UMKM di Kabupaten Boltara sejak tahun 2020 silam. Sedangkan, dalam publikasi sebelumnya, diterangkan Meitih Pontoh, kalau pihaknya tidak pernah melakukan pergantian nama penerima manfaat tersebut.

Ditambah lagi, dalam publikasi yang berlarut-larut tersebut, Meitih dengan tegas menuturkan bila realisasi bantuan UMKM tersebut telah tepat sasaran. Serta, tidak ada upaya mengganti atau pun menghapus nama penerima manfaat.

“Tidak ada niat mengganti atau menghapus nama yang di ajukan semua objektif dan tepat sasaran,” tutur Meitih, dilansir dari sejumlah media.

Sementara itu, Ketua DPW LSM Galaksi Sulut, kepada redaksi ini menegaskan bila Kadis Perdagangan Boltara, saat ini terancam dicopot dari jabatannya. Sedangkan perihal keterangan Kadis yang tidak sesuai tersebut, sekarang ini sedang dikoordinasikan dengan Bupati Kabupaten Boltara, Sirajudin Lasena.

“Pernyataan kadis itu tidak sesuai. ketika dimintai keterangan terkait nama penerima sejak tahun 2020 hingga tahun 2025 ini, Meiti Pontoh tidak memberikan keterangan yang signifikan, harusnya dengan polemik yang muncul di masyarakat dan kondisi rakyat sedang susah seperti ini kadis boltara harus di evaluasi bahkan mestinya dicopot oleh Bupati Boltara, dalam waktu dekat saya akan temui Bupati,” ungkap Ein.

Ada pun, hendak dikonfirmasi oleh media ini lewat seluler (Whatsapp), tidak ada jawaban dari Meitih Pontoh hingga saat ini.

Penulis : Redaksi

BERITA TERKAIT

Back to top button