
Ketua PKB Boltim Uwan Lahati Sambut Paskah 2026 dengan Pesan Toleransi
IndoFaktual.com, Boltim –Â Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Uwan Lahati, menyampaikan ucapan peringatan Jumat Agung sekaligus menyambut Hari Raya Paskah 2026. Dalam pesannya yang disampaikan Jumat, 3 April 2026, politisi ini mengajak seluruh lapisan masyarakat memaknai momentum keagamaan sebagai penguat nilai toleransi dan persatuan bangsa.
Jumat Agung yang jatuh pada hari tersebut dan Paskah pada Minggu, 5 April 2026, menjadi momen sakral bagi umat Kristiani. Namun Uwan Lahati menegaskan bahwa makna spiritual peringatan ini melampaui batas keagamaan dan dapat menjadi refleksi kolektif seluruh masyarakat Indonesia.
Menurutnya, Jumat Agung mengandung pelajaran mendalam tentang pengorbanan, kasih, dan ketulusan. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kepedulian sosial dan solidaritas antarwarga. Implementasi nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari dianggap krusial di tengah dinamika sosial yang kompleks.
“Jumat Agung mengajarkan kita tentang besarnya kasih dan pengorbanan. Nilai ini penting untuk kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun kepedulian dan solidaritas sosial,” ungkap Uwan Lahati.
Paskah sebagai perayaan kebangkitan membawa dimensi tambahan dalam pesannya. Uwan menafsirkan Paskah sebagai simbol harapan baru dan kemenangan atas penderitaan. Semangat kebangkitan tersebut dinilai sangat relevan dengan konteks pembangunan daerah maupun kehidupan berbangsa saat ini.
“Paskah adalah simbol harapan dan kebangkitan. Ini menjadi momentum bagi kita semua untuk memperkuat optimisme, menjaga persatuan, serta bersama-sama membangun daerah dengan semangat kebersamaan,” tambahnya.
Dalam konteks lokal Bolaang Mongondow Timur, Uwan mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kerukunan antarumat beragama. Keberagaman yang menjadi ciri khas wilayah tersebut harus terus dirawat melalui sikap saling menghormati dan menghargai.
Menurutnya, perbedaan bukanlah pemecah belah melainkan kekuatan bangsa yang perlu dikelola dengan bijak. Momentum keagamaan seperti Jumat Agung dan Paskah menjadi ruang refleksi ideal untuk memperkuat komitmen tersebut. Setiap individu diharapkan dapat menemukan nilai bersama di balik perbedaan keyakinan.
“Melalui perayaan ini, mari kita perkuat kebersamaan, menjaga keharmonisan, serta menumbuhkan rasa saling menghargai di tengah perbedaan,” ajak Uwan Lahati.
Pernyataan tersebut menunjukkan posisi PKB sebagai partai yang mengedepankan nilai-nilai kebangsaan dan toleransi. Meski berbasis massa tertentu, PKB Boltim melalui Uwan Lahati menunjukkan kapasitas untuk berdialog dengan berbagai komunitas agama. Pendekatan inklusif ini dianggap penting dalam membangun koalisi sosial yang kuat.
Di penghujung pernyataannya, Uwan menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Kristiani yang merayakan. Harapan damai dan sukacita menjadi penutup pesannya yang menggambarkan spirit kebangsaan yang utuh.
“Selamat memperingati Jumat Agung dan Selamat Hari Raya Paskah 2026. Kiranya damai, kasih, dan harapan baru senantiasa menyertai kita semua,” tutupnya.
Ucapan politikus PKB ini mencerminkan tradisi politik Indonesia yang menghargai pluralisme. Di tengah polarisasi yang seringkali memanas menjelang pemilu, gestur saling menghargai antarpartai dan antaragama menjadi penyeimbang penting. Masyarakat diharapkan dapat meneladani sikap para pemimpin yang menempatkan persatuan di atas kepentingan sempit.
Keberagaman Bolaang Mongondow Timur dengan komposisi etnis dan agama yang beragam memerlukan kepemimpinan yang sensitif. Uwan Lahati melalui pernyataannya menunjukkan pemahaman akan kompleksitas tersebut. Penguatan toleransi bukan sekadar retorika, melainkan investasi jangka panjang untuk stabilitas daerah.
Penulis : Redaksi



