
Enam Desa di Pesisir Boltim Jadi Fokus Pembangunan KNMP KKP RI
Boltim — Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo, SE., MM, didampingi Kepala Dinas Perikanan Erman H. Mokodompit, menyambut kedatangan Tim Pengawas Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kantor Bupati Pemerintah Daerah Kabupaten Boltim.
Pertemuan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap salah satu program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang kini menyasar enam desa pesisir di wilayah Boltim.
Enam Desa yang Menjadi Fokus Program
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Boltim direncanakan mencakup enam titik desa, yang terdiri dari satu desa sebagai KNMP utama dan lima desa sebagai KNMP penyangga.
Desa Jiko di Kecamatan Motongkad ditetapkan sebagai lokasi KNMP utama atau tipe hub, menjadi pusat penggerak seluruh kawasan. Kemudian, Desa Motongkad Selatan juga di Kecamatan Motongkad berperan sebagai desa penyangga yang menguatkan kawasan utama.
Selain itu, Desa Buyat Tengah di Kecamatan Kotabunan masuk dalam cakupan pembangunan sebagai desa penyangga.
Sementara di Kecamatan Nuangan, terdapat tiga desa sekaligus yang menjadi bagian program, yakni Desa Matabulu Timur, Desa Iyok, dan Desa Loyow, dengan ketiganya berstatus desa penyangga.
Pembagian fungsi antara KNMP utama dan penyangga ini dirancang agar pembangunan tidak berdiri sendiri di satu titik, melainkan tercipta keterhubungan antarwilayah pesisir.
Konsep tersebut memungkinkan aktivitas nelayan serta pengembangan usaha berbasis perikanan mengalir dari satu desa ke desa lainnya dalam satu kawasan terpadu.
Ketiga kecamatan yang menjadi lokasi program, Motongkad, Kotabunan, dan Nuangan yang diketahui memiliki masyarakat pesisir yang sebagian besar menggantungkan kehidupan pada sektor kelautan dan perikanan. Kehadiran KNMP diharapkan menjadi penguat ekonomi bagi wilayah-wilayah tersebut.
Dari Instruksi Bupati hingga Enam Desa Tersasar
Program pembangunan ini tidak terlepas dari langkah cepat Bupati Boltim dalam menjemput peluang pembangunan bagi masyarakat nelayan.
Berbekal informasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Bupati Oskar Manoppo segera menginstruksikan instansi teknis, dalam hal ini Dinas Perikanan, untuk bergerak cepat mengumpulkan data dan informasi serta mempersiapkan usulan KNMP.
Instruksi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Kepala Dinas Perikanan Erman H. Mokodompit bersama jajaran dengan melakukan koordinasi dan pengumpulan data terkait potensi serta kebutuhan masyarakat nelayan di wilayah pesisir Boltim, khususnya di enam desa sasaran program.
Langkah ini dinilai penting mengingat Kabupaten Boltim memiliki potensi perikanan yang sangat luas dan masyarakat pesisir yang sebagian besar menggantungkan kehidupan pada sektor kelautan dan perikanan.
Data potensi dan kebutuhan di lapisan desa itulah yang kemudian menjadi fondasi penyusunan usulan program hingga akhirnya disetujui dan masuk dalam rencana pembangunan KKP.
Dukungan Penuh untuk Pembangunan KNMP
Bupati Oskar Manoppo berharap kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih nantinya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pelayanan dan mempermudah berbagai urusan nelayan, mulai dari sarana dan prasarana hingga pengembangan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir di enam desa sasaran.
“Harapan kami, dengan adanya Kampung Nelayan Merah Putih ini, berbagai kebutuhan dan urusan masyarakat nelayan dapat lebih mudah dilayani serta memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan nelayan di Boltim,” ujar Bupati, Senin 28 September 2026.
Dukungan serupa disampaikan melalui kehadiran Kepala Dinas Perikanan Erman H. Mokodompit yang mendampingi Bupati dalam pertemuan dengan Tim Pengawas.
Kehadiran unsur teknis dinas sejak awal menjadi pertanda bahwa pemerintah daerah siap berkoordinasi penuh dengan tim pengawas dalam mengawal pelaksanaan pembangunan di lapangan.
Kawasan Pesisir Boltim Siap Bertransformasi
Dengan disambutnya Tim Pengawas di Kantor Bupati, perjalanan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di enam desa pesisir Boltim memasuki fase pengawasan yang lebih ketat. Pemerintah daerah menargetkan pembangunan tidak hanya rampung sesuai jadwal, tetapi juga berkualitas dan tepat sasaran.
Ke depan, Desa Jiko di Motongkad bersama lima desa penyangga di Motongkad Selatan, Buyat Tengah, Matabulu Timur, Iyok, dan Loyow diharapkan bertransformasi menjadi kawasan pesisir yang mampu menopang rantai ekonomi perikanan dari hulu hingga hilir.
Sejalan dengan arah kebijakan KKP, fasilitas KNMP dapat mencakup kebutuhan produksi, penyimpanan, pengolahan, pelatihan, hingga dukungan logistik perikanan.
Bagi masyarakat nelayan di enam desa tersebut, kehadiran program ini membuka harapan baru akan layanan publik yang lebih mudah dijangkau dan peluang usaha yang lebih luas.
Komitmen yang diwujudkan sejak tahap pengawasan awal ini menjadi modal penting agar manfaat program benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir Boltim. (F.A Mokodompis)



