
Dulu IRT, Kini Jadi Gubernur Maluku Utara: Kisah Hidup Sherly Tjoanda Bikin Haru!
IndoFaktual.com, Malut – Perjalanan hidup Sherly Tjoanda penuh lika-liku. Dari ibu rumah tangga, kehilangan suami tercinta, hingga kini mencatat sejarah sebagai gubernur perempuan pertama Maluku Utara.
Dulu Ibu Rumah Tangga, Kini Jadi Gubernur Maluku Utara: Kisah Inspiratif Sherly Tjoanda
Sherly Tjoanda kini menjadi sosok yang ramai diperbincangkan. Sempat dijuluki “Gubernur Viral”, perjalanan hidupnya dari seorang ibu rumah tangga biasa hingga menduduki kursi Gubernur Maluku Utara sungguh penuh inspirasi.
Lahir di Ambon pada 8 Agustus 1982, Sherly sebenarnya jauh dari dunia politik. la menempuh pendidikan di Universitas Kristen Petra Surabaya, jurusan International Business Management, dan sempat melanjutkan studi ke Belanda. Fokusnya. saat itu ada pada dunia bisnis sekaligus menjadi ibu rumah tangga yang mencurahkan waktu untuk keluarga.
Kehilangan Suami Jadi Titik Balik
Kehidupan Sherly berubah drastis setelah tragedi kecelakaan speedboat pada Oktober 2024 yang merenggut nyawa sang suami, Benny Laos. Dalam podcast bersama Merry Riana, Sherly menceritakan betapa hancurnya ia saat itu.
“Ketika naik di helikopter melihat jenazah suami saya dibungkus terpal di samping saya, rasanya seperti kehilangan segalanya,” ucap Sherly dengan haru.
Dari peristiwa itu, Sherly menyadari lemahnya pelayanan kesehatan di Maluku Utara. Duka mendalam ia ubah menjadi tekad untuk memperjuangkan layanan kesehatan, pendidikan, dan hak dasar masyarakat.
Dari Enggan Maju hingga Menang Telak
Awalnya, Sherly enggan maju menggantikan posisi suaminya di Pilgub. Namun dorongan keluarga dan masyarakat membuatnya mantap melangkah bersama wakilnya, Sarbin Sehe.
Hasilnya, pasangan ini meraih kemenangan telak dengan 50,73% suara. Sherly pun mencatat sejarah sebagai gubernur perempuan pertama di Maluku Utara.
Gebrakan 100 Hari Pertama
Meski tanpa latar belakang politik, Sherly berhasil membuat gebrakan besar. Dalam 100 hari pertama kepemimpinannya, ia mewujudkan pendidikan gratis dan program kesehatan gratis melalui BPJS untuk seluruh masyarakat Maluku Utara.
“Saya sendiri awalnya tidak tahu harus melakukan apa. Tapi along the way, ternyata saya bisa. Di akhir 100 hari, pendidikan dan kesehatan gratis untuk seluruh provinsi bisa terwujud,” ungkap Sherly.
Menjadi Ibu untuk 1,3 Juta Rakyat
Sherly percaya naluri keibuan adalah modal penting dalam memimpin. la menyelesaikan masalah dengan komunikasi sederhana dan kasih, layaknya seorang ibu dalam rumah tangga.
“Saya selalu bilang, saya ini adalah ibu bagi 1,3 juta rakyat. Yang paling mengerti perempuan adalah perempuan, dan yang paling mengerti anak-anak adalah ibu. Saya adalah ibu,” tegasnya.
Dari seorang ibu rumah tangga hingga menjadi pemimpin daerah, kisah Sherly Tjoanda membuktikan bahwa kekuatan doa, kasih, dan keteguhan hati mampu melahirkan perubahan besar.
(Risal)



