BoltimPemerintahanPolitikSulawesi UtaraTopik Terkini

Bupati Oskar Manoppo dan Wabup Argo V. Sumaiku Hadiri Perayaan Ketupat Tradisional di Kecamatan Modayag Boltim, Warga Antusias Sambut Kedatangan

IndoFaktual.com, Boltim – Momentum pasca Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan warga Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, untuk menggelar tradisi turun-temurun yang penuh makna. Bupati Oskar Manoppo bersama Wakil Bupati Argo V. Sumaiku turun langsung ke tengah-tengah masyarakat pada hari Sabtu, 28 Maret 2026, menghadiri Perayaan Ketupat yang menjadi ciri khas budaya daerah tersebut. Kehadiran pemimpin daerah ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penghargaan terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang terus dijaga oleh generasi penerus.

Tradisi Perayaan Ketupat memang bukan hal baru bagi masyarakat Sulawesi Utara, khususnya di wilayah Boltim. Namun setiap tahunnya, acara ini selalu menghadirkan nuansa berbeda yang membuat warga tak pernah bosan berpartisipasi. Tahun ini, panitia penyelenggara menyiapkan berbagai kegiatan menarik yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Semangat kebersamaan terlihat nyata ketika warga dari berbagai desa berkonvergensi di titik-titik pelaksanaan acara.

Rombongan Bupati tiba di lokasi dengan didampingi oleh sejumlah pejabat penting pemerintahan daerah. Ketua TP-PKK Kabupaten Boltim, Ny. Rosita Manoppo-Pobela, turut serta memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang melibatkan peran aktif perempuan dan keluarga. Begitu pula dengan Staf Ahli I TP-PKK, Ny. Lucia K. Sumaiku-Mokoginta, yang hadir mewakili kepentingan pengembangan kesejahteraan keluarga di wilayah tersebut. Kehadiran para tokoh perempuan ini menegaskan bahwa Perayaan Ketupat bukan hanya urusan pria, melainkan ruang kolaborasi seluruh komponen masyarakat.

Sekretaris Daerah M. Iksan Pangalima bersama para asisten sekretaris daerah turut menyempatkan diri hadir. Para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, koordinator staf khusus bupati, camat Modayag, para sangadi atau kepala desa, serta aparat desa lainnya memenuhi barisan kehadiran. Kehadiran komplit jajaran eksekutif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk selalu berada di sisi rakyat, bahkan dalam momen-momen kebudayaan yang bersifat lokal.

perayaan lebaran ketupat modayag tahun 2026

Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Oskar Manoppo dengan prosesi simbolis yang menjadi ciri khas Perayaan Ketupat. Di Desa Purworejo Timur, ia memimpin pemotongan ketupat besar yang telah disiapkan panitia. Ketupat, sebagai makanan khas berbentuk wajik dari beras yang dibungkus janur, bukan sekadar hidangan. Dalam tradisi setempat, pemotongan ketupat melambangkan pembagian berkah dan rezeki kepada seluruh anggota masyarakat. Setiap potongan yang dibagikan membawa harapan keberkahan bagi yang menerimanya.

Usai pembukaan yang khidmat, suasana berganti riuh dengan berbagai perlombaan yang digelar di Desa Sumber Rejo. Warga berlomba dalam berbagai kategori, mulai dari balap karung untuk anak-anak, tarik tambang antardesa, hingga lomba memasak ketupat untuk ibu-ibu. Tawa dan sorak-sorai menggema di sepanjang jalan desa yang dihiasi dengan umbul-umbul dan spanduk penyambutan. Bupati dan rombongan tak segan-segan ikut menyaksikan bahkan memberikan semangat kepada para peserta lomba.

Dari satu titik ke titik lain, rombongan pemerintah melakukan kunjungan keliling. Setiap desa yang dilalui menampilkan keunikan tersendiri. Ada yang menyiapkan panggung hiburan rakyat, yang lain menggelar pameran hasil bumi dan kerajinan tangan warga. Bupati Oskar Manoppo memanfaatkan setiap kesempatan untuk berdialog langsung dengan warga. Ia mendengarkan curahan hati petani, nelayan, dan pedagang kecil mengenai harapan mereka terhadap pembangunan daerah.

Antusiasme masyarakat dalam menyambut kedatangan Bupati begitu terasa. Jalanan yang dilalui rombongan dipenuhi warga yang ingin sekadar melihat atau berjabat tangan dengan pemimpinnya. Anak-anak berlari mengikuti iring-iringan kendaraan, sementara para tetua duduk di beranda rumah sambil melambaikan tangan. Gambaran ini menunjukkan kedekatan emosional yang terjalin antara pemerintah dan rakyat di Kabupaten Boltim.

perayaan lebaran ketupat modayag tahun 2026

Dalam sambutan resminya, Bupati Oskar Manoppo menguraikan makna mendalam di balik Perayaan Ketupat. “Acara tahunan ini bukan sekadar hiburan semata. Di dalamnya terkandung nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kearifan lokal yang harus kita lestarikan bersama,” ungkapnya dengan nada penuh keyakinan. Ia menekankan bahwa tradisi seperti ini menjadi perekat sosial yang efektif di tengah arus modernisasi yang kerap mengikis nilai-nilai kolektivisme.

Pesan silaturahmi menjadi fokus utama Bupati dalam pidatonya. Momen pasca Lebaran ini dianggap waktu tepat untuk memperbaiki hubungan yang mungkin sempat retak, mempererat tali persaudaraan yang sudah terjalin, serta membangun kerja sama baru demi kemajuan bersama. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh dukungan, masukan, dan partisipasi aktif seluruh warga,” tambahnya seraya menatap wajah-wajah yang memenuhi area podium.

Harapan Bupati tak berhenti pada kelancaran acara semata. Ia memanjatkan doa agar seluruh rangkaian kegiatan Perayaan Ketupat membawa keberkahan lahir dan batin bagi seluruh peserta. “Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua. Terima kasih kepada panitia, tokoh masyarakat, dan seluruh pihak yang telah berjerih payah menyukseskan tradisi berharga ini,” tutupnya dengan suara yang diperkuat sistem audio sederhana namun jelas.

Perayaan Ketupat di Kecamatan Modayag tahun ini berhasil membuktikan bahwa tradisi dan pembangunan modern bisa berjalan beriringan. Di tengah terbangan drone yang merekam acara dari udara, warga tetap memegang teguh nilai-nilai leluhur yang diwariskan nenek moyang. Bupati Oskar Manoppo dan jajarannya pulang membawa bekal aspirasi baru, sementara warga menyimpan kenangan indah bersama pemimpin yang mereka cintai. Tradisi akan terus hidup, dan dengan dukungan pemerintah, akan semakin berkilau di masa mendatang.

Penulis : Redaksi

BERITA TERKAIT

Back to top button