BoltimTopik Terkini

Bupati Boltim Oskar Manoppo Peringatkan Bahaya Karhutla

Boltim, Sulawesi Utara – Musim kemarau yang melanda wilayah Sulawesi Utara membawa ancaman serius bagi ekosistem dan keselamatan warga. Menyadari risiko besar yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mengambil langkah preventif yang tegas dan terstruktur.

Bupati Boltim, Oskar Manoppo, S.E., M.M., secara langsung memimpin Apel Gelar Pasukan dan Patroli Himbauan Pencegahan Karhutla yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Boltim pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Acara tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah tidak akan menganggap enteng ancaman kebakaran yang setiap tahun merenggut ribuan hektar lahan hijau.

Apel kesiapsiagaan ini diikuti oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) secara komprehensif.

Hadir dalam apel tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Boltim, unsur pimpinan Kepolisian Resor Bolaang Mongondow Timur, jajaran TNI, serta perwakilan dari berbagai instansi teknis terkait. Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), dan tim Pemadam Kebakaran turut serta memperkuat barisan.

Tidak ketinggalan, para Camat termasuk Camat Kotabunan dan Camat Tutuyan hadir untuk memastikan bahwa instruksi dari pimpinan daerah dapat dieksekusi dengan cepat dan tepat di tingkat kecamatan hingga desa.

Jangan Tunggu Api Meluas

Dalam amanatnya yang tegas, Bupati Oskar Manoppo menekankan bahwa penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial atau setengah hati.

Ia menyampaikan peringatan keras kepada seluruh jajaran bahwa kebakaran hutan dan lahan bukan sekadar masalah lingkungan, melainkan ancaman multidimensional yang dapat merusak aktivitas sosial, mengguncang perekonomian masyarakat, dan yang paling membahayakan adalah mengancam keselamatan jiwa manusia.

“Kebakaran hutan dan lahan adalah ancaman serius yang dapat merugikan aktivitas sosial, ekonomi, hingga keselamatan jiwa. Kita tidak boleh menunggu api meluas baru bertindak. Pencegahan harus menjadi langkah utama melalui koordinasi yang terpadu dan berkelanjutan,” tegas Bupati Oskar dengan nada yang penuh keprihatinan namun teguh.

Pernyataan tersebut menggarisbawahi paradigma baru dalam penanganan Karhutla di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Alih-alih bersikap reaktif dengan fokus pada pemadaman setelah kebakaran terjadi, pemerintah daerah memilih pendekatan proaktif dengan menekankan pencegahan sejak dini.

Langkah ini dinilai jauh lebih efektif mengingat kondisi geografis dan cuaca ekstrem yang seringkali mempersulit upaya pemadaman jika api sudah berkobar luas.

Instruksi Patroli Lapangan dan Pendekatan Humanis

Bupati Oskar Manoppo tidak hanya memberikan peringatan verbal, tetapi juga menginstruksikan langkah konkret kepada seluruh jajaran aparat.

Mulai dari TNI, Polri, hingga pemerintah desa diinstruksikan untuk memperkuat patroli lapangan secara intensif. Patroli tersebut tidak hanya bersifat represif, melainkan lebih menekankan pada edukasi dan himbauan kepada masyarakat.

Ia secara khusus meminta petugas di lapangan untuk melakukan pendekatan yang humanis dan edukatif terhadap masyarakat yang masih sering membuka lahan dengan cara membakar.

Pendekatan kekerasan atau sanksi belaka dinilai tidak efektif jika tidak diimbangi dengan pemahaman mendalam dari masyarakat tentang bahaya dan dampak jangka panjang dari pembakaran lahan.

“Kepada seluruh personel, laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan disiplin. Jadikan kehadiran pemerintah sebagai wujud perlindungan bagi masyarakat,” tambahnya.

Instruksi tersebut menjadi panduan operasional bagi seluruh tim patroli yang akan bergerak di lapangan. Dengan pendekatan yang penuh empati namun tegas, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa kebijakan pencegahan Karhutla bukanlah bentuk penindasan, melainkan upaya kolektif untuk melindungi lingkungan bersama.

Target Patroli Himbauan di Dua Wilayah Rawan

Rencana patroli himbauan yang digelar secara serentak menyasar dua wilayah kecamatan yang dinilai paling rawan terhadap kebakaran hutan dan lahan, yakni Kecamatan Kotabunan dan Kecamatan Tutuyan.

Kedua kecamatan tersebut dipilih berdasarkan data historis kebakaran dan karakteristik lahan yang cenderung kering selama musim kemarau.

Patroli tersebut bertujuan ganda. Pertama, memberikan edukasi langsung kepada masyarakat agar senantiasa menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran saat mengelola lahan pertanian atau perkebunan.

Kedua, memastikan bahwa setiap indikasi titik api dapat terdeteksi sejak dini sebelum berkembang menjadi kebakaran besar yang sulit dikendalikan.

Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, dan relawan akan berkeliling ke desa-desa untuk menyampaikan himbauan dan memasang spanduk peringatan di lokasi-lokasi strategis.

Ajakan Partisipasi Aktif Masyarakat

Di penghujung amanatnya, Bupati Oskar Manoppo mengajak seluruh masyarakat Bolaang Mongondow Timur untuk menjadi bagian integral dari upaya pencegahan Karhutla.

Ia menekankan bahwa perlindungan hutan dan lahan bukan hanya tugas aparat pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.

Setiap warga diminta untuk waspada dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi kebakaran di wilayah masing-masing, baik berupa asap, api kecil, maupun aktivitas membakar lahan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Mari kita jaga hutan dan lingkungan kita. Mari kita lindungi generasi mendatang dari dampak Karhutla,” tutup Bupati dengan penuh harap.

Ajakan tersebut menjadi pilar penting dalam strategi pencegahan Karhutla. Keterlibatan aktif masyarakat dinilai sebagai kunci keberhasilan mengingat luasnya wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur yang tidak mungkin sepenuhnya diawasi oleh aparat secara berkelanjutan.

Dengan mata dan telinga warga yang waspada, setiap potensi kebakaran dapat diantisipasi sejak dalam tahap awal.

Sinergi Forkopimda untuk Mengantisipasi Bencana

Keberhasilan apel gelar pasukan ini tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara berbagai elemen Forkopimda.

Kehadiran instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup yang memahami kondisi ekosistem, Dinas Pertanian yang mengetahui pola pengelolaan lahan petani, BPBD yang siap merespons bencana, serta Pemadam Kebakaran yang memiliki peralatan pemadaman, menciptakan kolaborasi yang komprehensif.

Sinergi ini menjadi modal utama dalam menghadapi musim kemarau yang diprediksi akan semakin ekstrem akibat perubahan iklim global.

Diharapkan, dengan langkah antisipatif yang telah dicanangkan oleh Bupati Oskar Manoppo, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dapat terhindar dari bencana Karhutla yang setiap tahun menjadi momok bagi berbagai daerah di Indonesia.

Pencegahan sejak dini, patroli yang intensif, edukasi masyarakat, dan partisipasi aktif seluruh komponen bangsa adalah formula yang tepat untuk menjaga kelestarian hutan dan keselamatan warga Boltim. (F.A Mokodompis)

Referensi Terkait

BERITA TERKAIT

Back to top button