
Bumikan Pancasila, Anggota MPR RI Supriyanto Gelar Sosialisasi Empat Pilar Bersama Warga Nglewan
IndoFaktual.com, PONOROGO – Tak kenal lelah anggota MPR RI asal Dapil Jatim VII (Kabupaten Ngawi, Magetan, Ponorogo, Trenggalek dan Pacitan), Drs. Supriyanto kembali menyapa masyarakat melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar tentang Pancasila, UUD Negara RI Tahun 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Acara Sosialisasi tersebut diikuti 155 orang peserta di Desa Nglewan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo pada 24 Juni 2023.
Dalam kesempatan tersebut, Drs. Supriyanto memaparkan bahwa Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang diadakan di seluruh Indonesia ini dalam rangka meningkatkan rasa Nasionalisme serta menjaga keutuhan NKRI. “Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI merupakan salah satu cara untuk ikut mencerdaskan anak bangsa,” paparnya.
Masih menurut dia menyampaikan kepada peserta bahwa sudah saatnya Bangsa Indonesia kembali memahami tentang latar belakang pemikiran dari empat pilar kebangsaan, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, dan lainnya. “Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai kontutusi negara serta ketetapan MPR NKRI, juga sebagai bentuk negara Bhinneka Tunggal Ika Sebagai Semboyan Negara,” jelasnya.
Pun, pihaknya juga menceritakan tentang lahirnya pancasila. Di mana, pancasila lahir berkaitan dengan semangat bangsa Indonesia untuk menjaga keutuhan NKRI. “Salah satu wujud semangat kebangsaan yakni dengan mengingat hari kebangkitan bangsa, sumpah pemuda, dan lainnya,” paparnya.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa bahaya Radikalisme, fanatik militan, kelompok yang ingin mendirikan negara Islam dan teroris merupakan ancaman bagi Pancasila dan kebhinnekaan Indonesia. “Untuk itu saya mengajak semua elemen masyarakat, tokoh dan ulama untuk terlibat meluruskan informasi dan ajakan yang mengajak pada kebencian terhadap kelompok lain, menolak isu etnis, kristenisasi, inteloransi, pengkafiran terhadap kelompok lain serta ideologi kekerasan,” tukasnya. (Muh Nurcholis)Â



