Sleman

Baliho Diduga Rendahkan Perempuan, Koalisi Harda-Danang Sleman Terbelah

Sleman, IndoFaktual.com – Kontroversi terjadi dalam Pilkada Sleman 2024 setelah baliho pasangan calon (paslon) Harda-Danang yang dianggap merendahkan perempuan viral di media sosial. Baliho tersebut mendapat kecaman luas, tidak hanya dari masyarakat tetapi juga dari partai pengusung paslon tersebut, PSI, yang mengecam keras konten baliho tersebut.

Baliho berukuran sekitar 2 x 3 meter itu memperlihatkan pasangan calon dengan pakaian berwarna putih dan latar belakang putih, serta tulisan besar yang menyatakan: “milih imam (pemimpin) kok wedok, jangan ya dik ya! imam (pemimpin) kudu lanang.” Konten tersebut memicu reaksi keras dari netizen yang menilai bahwa kampanye ini tidak menghargai peran perempuan dalam kepemimpinan.

Unggahan akun Instagram @abdad_m.y yang menampilkan foto baliho tersebut disertai dengan kritikan tajam, “Sebuah kemunduran akal.. Islam tidak pernah memandang perempuan sebagai makhluk second class.” Akun ini juga mengutip ayat dari surat Al-Ahzab yang menegaskan persamaan amal antara laki-laki dan perempuan di mata Tuhan.

Postingan tersebut telah mengundang 1.799 like dan 194 komentar, dengan beberapa netizen mengkritik keras paslon tersebut. Salah satunya, akun @prawitaazhari, menulis, “Astagfirullah gak layak jadi pemimpin,” sementara akun lain, @alfinepontia, membandingkan peran sukses perempuan dalam kepemimpinan global.

Gejolak ini mencapai puncaknya ketika PSI, salah satu partai yang turut mengusung Harda-Danang, merilis pernyataan yang secara tegas menentang baliho tersebut. Dalam pers rilis yang diterbitkan pada 15 Oktober 2024, Ketua PSI Sleman, Agung Subroto, dan Sekretaris Ari Santoso Nugroho, mengecam keras penggunaan isu gender dalam kampanye politik. PSI menyatakan bahwa kampanye seperti ini bertentangan dengan nilai-nilai kesetaraan yang mereka perjuangkan.

Keputusan PSI untuk mengecam baliho ini memicu spekulasi mengenai adanya ketegangan di internal koalisi pengusung Harda-Danang. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari tim kampanye Harda-Danang terkait isu ini, namun gesekan internal tampaknya semakin memperuncing dinamika politik di Pilkada Sleman 2024.

Back to top button