
Argo Sumaiku Apresiasi Sorotan Dicky Wahyudi Daumpung, Komitmen Percepat Perbaikan Air Bersih Nuangan
IndoFaktual.com, Boltim – Wakil Bupati (Wabup) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Argo Sumaiku, memberikan tanggapan positif dan konstruktif terhadap sorotan yang disampaikan oleh anggota DPRD Dicky Wahyudi Daumpung mengenai permasalahan ketersediaan air bersih di Kecamatan Nuangan. Respons cepat dan terbuka dari pejabat eksekutif ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menerima masukan dari legislatif demi perbaikan pelayanan publik.
Dalam forum Rapat Paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Tahun Anggaran 2025, Dicky Wahyudi Daumpung mengangkat suara masyarakatnya terkait kondisi Sistem Penyediaan Air Minum yang belum optimal di Desa Loyow dan Iyok. Sorotan tersebut menjadi bukti nyata fungsi pengawasan DPRD dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan daerah.
Menanggapi hal tersebut, Argo Sumaiku menyampaikan apresiasinya atas kepedulian dan ketegasan legislator dari Fraksi Demokrat tersebut. Pengakuan langsung terhadap permasalahan yang diangkat menunjukkan sikap rendah hati dan akuntabel dari pemerintah daerah dalam menerima kritik yang membangun.
“Terima kasih kepada Pak Dicky Daumpung atas pengingatannya. Sorotan dari anggota dewan sangat kami hargai karena membantu kami melihat persoalan yang mungkin belum tercover dengan baik,” ungkap Argo Sumaiku dengan nada yang menggambarkan keterbukaan terhadap masukan legislatif.
Lebih lanjut, Wabup Argo menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan sekadar diterima secara pasif, melainkan langsung ditindaklanjuti dengan instruksi konkret kepada jajaran teknis. Kepala Dinas Pekerjaan Umum langsung diperintahkan untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap sistem distribusi air di wilayah Nuangan.
“Terkait dengan catatan dari Pak Dicky Daumpung, khususnya aspirasi dari Dapil 2 mengenai masalah air di Nuangan, Loyow, dan Iyok, saya minta Pak Kadis (Pekerjaan Umum) tolong nanti dicek kembali. Jangan sampai ada warga yang kesulitan air bersih sementara kita punya anggaran untuk infrastruktur,” tegasnya dengan penuh tanggung jawab.
Instruksi tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah daerah tidak menganggap enteng persoalan yang diangkat oleh Dicky Wahyudi Daumpung. Urgensi penanganan yang ditekankan menunjukkan bahwa kesejahteraan masyarakat Nuangan menjadi prioritas yang tidak dapat ditundukkan.
Dalam menjelaskan konteks kebijakan anggaran, Argo Sumaiku menunjukkan transparansi penuh terkait alokasi dana pembangunan. Penjelasan yang diberikan bukan untuk melepaskan diri dari tanggung jawab, melainkan memberikan pemahaman komprehensif kepada publik dan anggota dewan tentang dinamika pengambilan keputusan di tengah keterbatasan sumber daya.
Argo Sumaiku menjelaskan bahwa tahun anggaran 2025 menghadapi situasi darurat bencana yang memaksa penyesuaian prioritas. Wilayah Kecamatan Mooat dan Motongkad menjadi fokus penanganan karena mengalami kerusakan infrastruktur masif akibat banjir bandang yang melanda beberapa waktu lalu.
“Perlu kami informasikan, untuk tahun ini anggaran pekerjaan pembangunan konstruksi memang sebagian besar diprioritaskan untuk wilayah Mooat dan Motongkad karena terjadi banyak hal, seperti banjir yang merusak infrastruktur. Namun ini bukan berarti kami melupakan Nuangan,” jelasnya dengan jujur.
Penjelasan tersebut justru menggambarkan kompleksitas tantangan yang dihadapi pemerintah daerah. Di satu sisi, ada kebutuhan mendesak untuk penanganan darurat bencana di wilayah lain. Di sisi lain, ada kebutuhan kronis akan perbaikan infrastruktur air di Nuangan yang tidak bisa ditunda terlalu lama.
Meskipun demikian, Argo Sumaiku menegaskan bahwa sorotan dari Dicky Wahyudi Daumpung menjadi pemicu bagi pemerintah daerah untuk mencari solusi kreatif. Komitmen untuk mengatasi masalah air bersih di Nuangan tetap menjadi agenda prioritas yang akan dikejar dengan berbagai pendekatan.
“Kami upayakan agar ke depan bukan cuma mimpi yang keluar dari keran warga, tetapi air SPAM yang benar-benar mengalir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ini janji kami yang akan kami buktikan dengan tindakan nyata,” pungkasnya dengan tekad yang kuat.
Metafora yang digunakan oleh Wabup Argo menggambarkan pemahaman mendalam tentang esensi permasalahan. Bagi masyarakat Nuangan, air bersih bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan harapan sederhana yang harus diwujudkan oleh pemerintah. Janji untuk mengubah mimpi menjadi kenyataan tersebut menjadi landasan moral yang mengikat.
Dalam perspektif tata kelola pemerintahan, respons positif Argo Sumaiku terhadap sorotan Dicky Wahyudi Daumpung mencerminkan kultur demokrasi yang sehat. Alih-alih defensif atau menolak kritik, pemerintah daerah justru menggunakan masukan legislatif sebagai instrumen perbaikan yang berharga.
Kolaborasi antara eksekutif dan legislatif ini menjadi model baik bagi daerah lain dalam menyelesaikan persoalan publik. Dicky Wahyudi Daumpung yang berani menyuarakan aspirasi rakyatnya dan Argo Sumaiku yang terbuka menerima masukan menciptakan sinergi yang konstruktif untuk kepentingan masyarakat.
Ke depan, diharapkan instruksi yang diberikan oleh Wabup Argo kepada Dinas Pekerjaan Umum dapat segera direalisasikan dalam bentuk audit teknis lapangan. Identifikasi akar masalah yang tepat, baik dari sisi infrastruktur pipa maupun sistem penjaringan, akan memungkinkan perencanaan perbaikan yang efektif dan berkelanjutan.
Dukungan anggaran untuk perbaikan sistem SPAM di Nuangan juga perusahaan segera dicarikan solusinya, baik melalui realokasi dalam anggaran tahun berjalan maupun prioritas dalam perencanaan anggaran tahun depan. Dengan adanya komitmen politik yang kuat dari pimpinan daerah, warga Desa Loyow dan Iyok dapat berharap pada perubahan nyata dalam akses air bersih mereka.
Apresiasi terhadap sorotan Dicky Wahyudi Daumpung dan respons positif Argo Sumaiku ini menjadi bukti bahwa demokrasi lokal di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur berjalan dengan baik. Checks and balances antara legislatif dan eksekutif bukan sekadar retorika, melainkan praktik nyata yang menghasilkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan rakyat.
Penulis : Redaksi




